comsc-2

Al Qur'an At Thayyib. Transliterasi Kata per Kata. Khat Utsman Thaha Diakui Kemenag

Main Content

Al Qur'an At Thayyib. Transliterasi Kata per Kata. Khat Utsman Thaha Diakui Kemenag
Kondisi Barang : Baru
Harga : Rp 53.000
Location : DKI Jakarta

DENGAN AL-QUR'AN TERJEMAHAN PER KATA "AT THAYYIB" MENGKAJI DAN MENGHAFAL AL-QUR'AN JADI LEBIH MUDAH!

Al Qur'an At Thayyib. Transliterasi Kata per Kata. Khat Utsman Thaha Diakui Kemenag

Al Qur'an At Thayyib. Transliterasi Kata per Kata. Khat Utsman Thaha Diakui Kemenag

Transliterasi Per Kata yang terdapat di dalam mushaf ini—yang merupakan Al-Qur’an pertama di Indonesia dengan varian ini—sangat membantu para pembacanya untuk dengan mudah dapat membaca dan melafalkan Al-Qur’an secara baik dan benar, huruf demi huruf, kata demi kata. Transliterasi latin ini memudahkan pelafalan ayat Al-Qur’an dengan benar. Penulisan transliterasi latin ini sudah disesuaikan dengan bunyi dan pelafalan menurut hukum-hukum tajwid.

Transliterasi per kata ini lebih mudah dan praktis dibaca daripada transliterasi model lainnya seperti transliterasi per ayat, per kalimat, atau per halaman. Sebab, pandangan mata orang yang membacanya tidak perlu berpindah ke sisi atau baris lain dalam sebuah halaman mushaf. Transliterasi Per Kata ini berdasar pada standar Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, Kementerian Agama Republik Indonesia.

Transliterasi Per Kata yang terdapat di dalam mushaf ini—yang merupakan Al-Qur’an pertama di Indonesia dengan varian ini—sangat membantu para pembacanya untuk dengan mudah dapat membaca dan melafalkan Al-Qur’an secara baik dan benar, huruf demi huruf, kata demi kata. Transliterasi latin ini memudahkan pelafalan ayat Al-Qur’an dengan benar. Penulisan transliterasi latin ini sudah disesuaikan dengan bunyi dan pelafalan menurut hukum-hukum tajwid.


Terjemah Per Kata dapat mempermudah dalam mempelajari Al-Qur’an secara mendalam, mendorong kemantapan dalam menadaburi Al-Qur’an; dan semakin menumbuhkan kekaguman terhadap Al-Qur’an. Terjemah Per Kata menuntun seorang muslim untuk dapat memahami seluruh kata dalam Al-Qur’an yang dibacanya. Dengan terjemah per kata, dia tidak hanya memahami kandungan Al-Qur’an secara umum, tetapi dia bisa memahaminya kalimat demi kalimat, kata demi kata, bahkan huruf demi huruf. Terjamah Per Kata ini berdasar pada standar Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, Kementerian Agama Republik Indonesia.

Mushaf At-Thayyib dilengkapi dengan spesifikasi yang dapat memperkaya wawasan pembaca seputar Al-Qur’an, seperti wawasan seputar wahyu, Al-Qur'an, turunnya Al-Qur'an, asbabun nuzul, surah dan ayat, makkiyyah dan madaniyyah, muhkam dan mutasyabih, dan tafsir.

Ayo Gan, pesan Al Qur'an ini untuk
1. Dibaca sendiri. Mempermudah mengahafal dan mempelajari Al Quran
2. Hadiah untuk Orang Tua, Kakak / Adik, dan Saudara2 kita
3. Wakaf -> Pahalanya tetap mengalir selama Al-Quran ini dibaca
Harga Resmi Rp 53.000,-, Quantity Nego


Untuk Pemesanan dan Informasi:
Fast Order:
Telp/SMS: 0856 856 9611 / 08788 429 8811
WhatApss:+62856-856-9611



Tersedia juga jenis Al Qur'an Transliterasi per Kata Lainnya. Silahkan klik link berikut:

www.mushaf-ku.blogspot.com

Keutamaan Orang yang Berwakaf (Wakif) Alquran

Dalam sejarah Islam, perintis amalan wakaf adalah baginda Rasulullah Saw. Sebagaimana tertuang dalam hadits yang diriwayatkan oleh ‘Umar bin Syaibah daripada ‘Amr bin Sa’ad bin Mu’az, "Kami bertanya tentang Siapakah pewakaf yang paling pertama kali melakukannya? Orang-orang Anshar menjawab, 'wakafnya Rasulullah Saw.'" Pada saat itu (622 SM), Rasulullah apabila tiba di Madinah akan sudah mewakafkan masjid Quba' atas dasar ketaqwaan kepada Allah Swt. Dan wakaf untuk kedua kalinya, Rasulullah mewakafkan masjid Nabawi.

Wakaf Menjadi Bagian dari 7 (tujuh) Amalan Jariyah

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya di antara amal saleh yang mendatangkan pahala setelah orang yang mengamalkannya meninggal dunia, yaitu; ilmu yang disebar­luaskan olehnya, anak saleh yang ditinggalkannya, mushaf (alquran) yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah yang didirikan dengan tujuan dijadikan sebagai tempat bermalam (penginapan) orang yang sedang dalam perjalanan (ibn sabil), sungai yang dialirkan guna kepentingan orang banyak, dan harta yang disedekahkannya” (HR. Ibnu Majah).

profile picture
Loading...
anebaik
Loading...
Sundul Gan...

emoticon-Sundul
profile picture
Loading...
anebaik
Loading...
Sundul Gan...

emoticon-Sundul
profile picture
Loading...
anebaik
Loading...
Sundul gan...

emoticon-Sundul
profile picture
Loading...
anebaik
Loading...
Sundul Gan..

http://www.mushaf-ku.blogspot.com
profile picture
Loading...
anebaik
Loading...
Sundul Gan..

http://www.mushaf-ku.blogspot.com
profile picture
Loading...
anebaik
Loading...
Keutamaan Orang yang Berwakaf (Wakif) Alquran

Dalam sejarah Islam, perintis amalan wakaf adalah baginda Rasulullah Saw. Sebagaimana tertuang dalam hadits yang diriwayatkan oleh ‘Umar bin Syaibah daripada ‘Amr bin Sa’ad bin Mu’az, "Kami bertanya tentang Siapakah pewakaf yang paling pertama kali melakukannya? Orang-orang Anshar menjawab, 'wakafnya Rasulullah Saw.'" Pada saat itu (622 SM), Rasulullah apabila tiba di Madinah akan sudah mewakafkan masjid Quba' atas dasar ketaqwaan kepada Allah Swt. Dan wakaf untuk kedua kalinya, Rasulullah mewakafkan masjid Nabawi.

Wakaf Menjadi Bagian dari 7 (tujuh) Amalan Jariyah

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya di antara amal saleh yang mendatangkan pahala setelah orang yang mengamalkannya meninggal dunia, yaitu; ilmu yang disebar­luaskan olehnya, anak saleh yang ditinggalkannya, mushaf (alquran) yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah yang didirikan dengan tujuan dijadikan sebagai tempat bermalam (penginapan) orang yang sedang dalam perjalanan (ibn sabil), sungai yang dialirkan guna kepentingan orang banyak, dan harta yang disedekahkannya” (HR. Ibnu Majah).
profile picture
Loading...
anebaik
Loading...
Sundul Gan..

emoticon-Sundul
profile picture
Loading...
anebaik
Loading...
Sundul Gan...

emoticon-Sundul
profile picture
Loading...
anebaik
Loading...
Sundul Gan....

emoticon-Sundul
profile picture
Loading...
anebaik
Loading...
Keutamaan Orang yang Berwakaf (Wakif) Alquran

Dalam sejarah Islam, perintis amalan wakaf adalah baginda Rasulullah Saw. Sebagaimana tertuang dalam hadits yang diriwayatkan oleh ‘Umar bin Syaibah daripada ‘Amr bin Sa’ad bin Mu’az, "Kami bertanya tentang Siapakah pewakaf yang paling pertama kali melakukannya? Orang-orang Anshar menjawab, 'wakafnya Rasulullah Saw.'" Pada saat itu (622 SM), Rasulullah apabila tiba di Madinah akan sudah mewakafkan masjid Quba' atas dasar ketaqwaan kepada Allah Swt. Dan wakaf untuk kedua kalinya, Rasulullah mewakafkan masjid Nabawi.

Wakaf Menjadi Bagian dari 7 (tujuh) Amalan Jariyah

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya di antara amal saleh yang mendatangkan pahala setelah orang yang mengamalkannya meninggal dunia, yaitu; ilmu yang disebar­luaskan olehnya, anak saleh yang ditinggalkannya, mushaf (alquran) yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah yang didirikan dengan tujuan dijadikan sebagai tempat bermalam (penginapan) orang yang sedang dalam perjalanan (ibn sabil), sungai yang dialirkan guna kepentingan orang banyak, dan harta yang disedekahkannya” (HR. Ibnu Majah).
profile picture
Loading...
anebaik
Loading...
Keutamaan Orang yang Berwakaf (Wakif) Alquran

Dalam sejarah Islam, perintis amalan wakaf adalah baginda Rasulullah Saw. Sebagaimana tertuang dalam hadits yang diriwayatkan oleh ‘Umar bin Syaibah daripada ‘Amr bin Sa’ad bin Mu’az, "Kami bertanya tentang Siapakah pewakaf yang paling pertama kali melakukannya? Orang-orang Anshar menjawab, 'wakafnya Rasulullah Saw.'" Pada saat itu (622 SM), Rasulullah apabila tiba di Madinah akan sudah mewakafkan masjid Quba' atas dasar ketaqwaan kepada Allah Swt. Dan wakaf untuk kedua kalinya, Rasulullah mewakafkan masjid Nabawi.

Wakaf Menjadi Bagian dari 7 (tujuh) Amalan Jariyah

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya di antara amal saleh yang mendatangkan pahala setelah orang yang mengamalkannya meninggal dunia, yaitu; ilmu yang disebar­luaskan olehnya, anak saleh yang ditinggalkannya, mushaf (alquran) yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah yang didirikan dengan tujuan dijadikan sebagai tempat bermalam (penginapan) orang yang sedang dalam perjalanan (ibn sabil), sungai yang dialirkan guna kepentingan orang banyak, dan harta yang disedekahkannya” (HR. Ibnu Majah).
profile picture
Loading...
anebaik
Loading...
Sundul Gan...

emoticon-Sundul
profile picture
Loading...
anebaik
Loading...
Bismillahirahmanirrahiim....

Sundul Gan...

emoticon-Sundul
×