alexa-tracking

dvd film mahabharata berbahasa indonesia, jogja

Main Content

dvd film mahabharata berbahasa indonesia, jogja
Kondisi Barang : Baru
Harga : Rp 185
Location :

dvd film mahabharata berbahasa indonesia, jogja
Sebelumnya ane ucapkan banyak-banyak terimakasih kepada agan-agan yang sudah bertransaksi sama ane.
JUAL GAN:

DVD COPIAN MAHABHARATA DUBBING BAHASA INDONESIA
Film koleksi pribadi ane...film mahabharata yang sudah pakai bahasa indonesia, aslinya film ini format cd (.mpg), cuma kemarin ane coba untuk burningnya ke dalam dvd, setelah ane test, hasilnya work well. kualitas gambarnya ya memang masih vcd, hanya medianya saja dvd. ini film jadul banget gan...ane nonton dulu waktu ane masih sd.

Total dvdnya ada 16 dvd gan, bagi agan-agan yang minat ane kasi 2 pilihan, mau copy via hdd external atau dvd...welcome. mungkin yang lokasinya jogja bisa copy via hdd external. tapi kalau filmnya diputar di dvd player dan ditonton sama keluarga baiknya beli dvdnya aja.


ini penampakan dvdnya dan packingnya gan
PICKNYA:
Spoiler for mahabharata:


Spoiler for HARGA:


SERIUS BUYER ONLY:
Spoiler for CP:


yang sudah beli dari beberapa daerah berikut gan:
1. Jogja 6 buyer
2. Jakarta 2 buyer
3. Bekasi 2 buyer
4. Malang 1 buyer
5. Denpasar 2 buyer
6. Makasar 2 buyer
7. Banyuwangi 1 buyer
8. Gresik 1 buyer
9. Selanjutnya anda segera menyusul
untuk film ramayana klik ini gan : FILM RAMAYANA

CARA ORDER:
1. sms/call untuk memastikan ketersedian barang.
2. jika sudah pasti, lakukan pembayaran via transfer BRI atau BNI. Nomor rekening via sms.
3. Kalau mau pake rekber juga boleh, fee rekber agan yang tanggung.
4. Konfirmasi transfer dan memberikan alamat tujuan.
5. Pesanan agan kami proses dan kami kirim.
6. Agan akan kami kirimi nonor resi via sms dan selamat menunggu barang anda sampai tujuan.
7. Untuk wilayah jogja, bisa COD, atau ane antar ke rumah agan.

lokasi ane di pakualaman dan juga umbulharjo gan.
profile picture
Loading...
kawulajogja
Loading...
Mahabharata adalah sebuah epos ithihasa yang menceritakan tentang perang saudara wangsa Bharata yang ditulis oleh Resi Wyasa. Epos ini dibagi dalam 18 parwa. Parwa-parwa tersebut adalah:
Adi Parwa
Sabha Parwa
Wana Parwa
Wirata Parwa
Udyoga Parwa
Bhisma Parwa
Drona Parwa
Karna Parwa
Salya Parwa
Sauptika Parwa
Stri Parwa
Anusasana Parwa
Aswamedhika Parwa
Asramawasika Parwa
Mosala Parwa
Mahaprastanika Parwa
Swargarohana Parwa
profile picture
Loading...
indraunity
Loading...
Quote:


Gan ini dari awal sampai akhir ?
profile picture
Loading...
kawulajogja
Loading...
Quote:


iya mas gan...64 episode.
profile picture
Loading...
kawulajogja
Loading...
dvd film mahabharata berbahasa indonesia, jogja

Adiparwa adalah buku pertama atau bagian (parwa) pertama dari kisah Mahabharata.

Pada dasarnya bagian ini berisi ringkasan keseluruhan cerita Mahabharata, kisah-kisah mengenai latar belakang ceritera, nenek moyang keluarga Bharata, hingga masa muda Korawa dan Pandawa).

Kisahnya dituturkan dalam sebuah cerita bingkai dan alur ceritanya meloncat-loncat sehingga tidak mengalir dengan baik.

Penuturan kisah keluarga besar Bharata tersebut dimulai dengan percakapan antara Bagawan Ugrasrawa yang mendatangi Bagawan Sonaka di hutan Nemisa.

Adiparwa dituturkan seperti sebuah narasi. Penuturan isi kitab tersebut bermula ketika Sang Ugrasrawa mendatangi Bagawan Sonaka yang sedang melakukan upacara di hutan Nemisa.

Sang Ugrasrawa menceritakan kepada Bagawan Sonaka tentang keberadaan sebuah kumpulan kitab yang disebut Astadasaparwa, pokok ceritanya adalah kisah perselisihan Pandawa dan Korawa, keturunan Sang Bharata.

Dari penuturan Sang Ugrasrawa, mengalirlah kisah besar keluarga Bharata tersebut (Mahābhārata).

Bagian-bagian kitab Adiparwa itu di antaranya: (di anyam dalam cerita bingkai).

* Cerita Begawan Ugrasrawa (Ugraçrawāemoticon-Wink mengenai terjadinya pemandian Samantapañcaka dan tentang dituturkannya kisah Mahabharata oleh Begawan Waisampayana (Waiçampāyana).

Kisah panjang tersebut dituturkan atas permintaan maharaja Janamejaya, raja Hastinapura, anak mendiang prabu Parikesit (Parīkşit) dan cicit Pandawa. Begawan Waisampayana bermaksud menghibur sang maharaja atas kegagalan kurban ular (sarpayajña) yang dilangsungkan untuk menghukum naga Taksaka, yang telah membunuh raja Pariksit.

Selain itu sang Ugrasrawa juga menjelaskan ringkasan delapan belas parwa yang menyusun Mahabharata; jumlah bab, seloka (çloka) dan isi dari masing-masing parwa.

* Cerita dikutuknya maharaja Janamejaya oleh sang Sarama, yang berakibat kegagalan kurban yang dilangsungkan oleh sang maharaja.

* Cerita Begawan Dhomya beserta ketiga orang muridnya; sang Arunika, sang Utamanyu dan sang Weda. Dilanjutkan dengan ceritera Posya, mengenai kisah asal mula sang Uttangka murid sang Weda bermusuhan dengan naga Taksaka. Oleh karenanya sang Uttangka lalu membujuk Maharaja Janamejaya untuk melaksanakan sarpayajña atau upacara pengorbanan ular.

* Cerita asal mula Hyang Agni (dewa api) memakan segala sesuatu, apa saja dapat dibakarnya, dengan tidak memilah-milah. Serta nasihat dewa kepada sang Ruru untuk mengikuti jejak sang Astika, yang melindungi para ular dan naga dari kurban maharaja Janamejaya.

* Ceritera Astika; mulai dari kisah sang Jaratkāru mengawini sang Nāgini (naga perempuan) dan beranakkan sang Astika, kisah lahirnya naga dan garuda, dikutuknya para naga oleh ibunya agar dimakan api pada kurban ular, permusuhan naga dengan garuda, hingga upaya para naga menghindarkan diri dari kurban ular.

Di dalam ceritera ini terselip pula kisah mengenai upaya para dewa untuk mendapatkan tirta amrta atau air kehidupan, serta asal-usul gerhana matahari dan bulan.

* Cerita asal-usul Raja Parikesit dikutuk Begawan Çrunggī dan karenanya mati digigit naga Taksaka.

* Cerita pelaksanaan kurban ular oleh maharaja Janamejaya, dan bagaimana Begawan Astika mengurungkan kurban ular ini.

* Cerita asal-usul dan sejarah nenek moyang Kurawa dan Pandawa. Kisah Sakuntala (Çakuntala) yang melahirkan Bharata, yang kemudian menurunkan keluarga Bharata. Sampai kepada sang Kuru, yang membuat tegal Kuruksetra; sang Hasti, yang mendirikan Hastinapura; maharaja Santanu (Çantanu) yang berputra Bhîsma Dewabrata, lahirnya Begawan Byasa (Byâsa atau Abiyasa) –sang pengarang kisah ini– sampai kepada lahirnya Dhrestarastra (Dhŗţarāstra) –ayah para Kurawa, Pandu (Pãņdu) –ayah para Pandawa, dan sang Widura.

* Cerita kelahiran dan masa kecil Kurawa dan Pandawa. Permusuhan Kurawa dan Pandawa kecil, kisah dang hyang Drona, hingga sang Karna menjadi adipati di Awangga.

* Cerita masa muda Pandawa. Terbakarnya rumah damar, kisah sang Bima (Bhîma) mengalahkan raksasa Hidimba dan mengawini adiknya Hidimbî (Arimbi) serta kelahiran Gatutkaca, kemenangan Pandawa dalam sayembara Drupadi, dibaginya negara Hâstina menjadi dua untuk Kurawa dan Pandawa, pengasingan sang Arjuna selama 12 tahun dalam hutan, lahirnya Abimanyu (Abhimanyu) ayah sang Pariksit, hingga terbakarnya hutan Kandhawa tempat naga Taksaka bersembunyi.

Bahagian yg terpenting :

Mangkatnya Raja Parikesit.
Dikisahkan, ada seorang Raja bernama Parikesit, putera Sang Abimanyu, yang bertahta di Hastinapura. Beliau merupakan keturunan Sang Kuru, maka disebut juga Kuruwangsa.

Pada suatu hari, beliau berburu kijang ke tengah hutan. Kijang diikutinya sampai kehilangan jejak.

Di hutan beliau berpapasan dengan seorang pendeta bernama Bagawan Samiti. Sang Raja menanyakan kemana kijang buruannya pergi, namun sang pendeta membisu (bertapa dengan bisu).

Hal tersebut membuat Raja Parikesit marah. Beliau mengambil bangkai ular, kemudian mengalungkannya di leher sang pendeta.

Putera sang pendeta yang bernama Srenggi, mengetahui hal tersebut dari penjelasan Sang Kresa, kemudian ia menjadi marah.

Ia mengutuk Sang Raja, agar beliau wafat karena digigit ular, tujuh hari setelah kutukan diucapkan.

Setelah Sang Raja menerima kutukan tersebut, maka ia berlindung di sebuah menara yang dijaga dan diawasi dengan ketat oleh prajurit dan para patihnya.

Di sekeliling menara juga telah siap para tabib yang ahli menangani bisa ular.

Pada hari ketujuh, yaitu hari yang diramalkan menjadi hari kematiannya, seekor naga yang bernama Taksaka menyamar menjadi ulat pada jambu yang dihaturkan kepada Sang Raja.

Akhirnya Sang Raja mangkat setelah digigit Naga Taksaka yang menyamar menjadi ulat dalam jambu Raja Janamejaya mengadakan upacara korban ular Setelah Maharaja Parikesit mangkat, puteranya yang bernama Janamejaya menggantikan tahtanya. Pada waktu itu beliau masih kanak-kanak, namun sudah memiliki kesaktian, kepandaian, dan wajah yang tampan.

Raja Janamejaya dinikahkan dengan puteri dari Kerajaan Kasi, bernama Bhamustiman. Raja Janamejaya memerintah dengan adil dan bijaksana sehingga dunia tenteram, setiap musuh pasti dapat ditaklukkannya. Ketika Sang Raja berhasil menaklukkan desa Taksila, Sang Uttangka datang menghadap Sang Raja dan mengatakan niatnya yang benci terhadap Naga Taksaka, sekaligus menceritakan bahwa penyebab kematian ayahnya adalah karena ulah Naga Taksaka.

Sang Raja meneliti kebenaran cerita tersebut dan para patihnya membenarkan cerita Sang Uttangka.

Sang Raja dianjurkan untuk mengadakan upacara pengorbanan ular untuk membalas Naga Taksaka.

Singkat cerita, beliau menyiapakan segala kebutuhan upacara dan mengundang para pendeta dan ahli mantra untuk membantu proses upacara.

Melihat Sang Raja mengadakan upacara tersebut, Naga Taksaka menjadi gelisah. Kemudian ia mengutus Sang Astika untuk menggagalkan upacara Sang Raja. Sang Astika menerima tugas tersebut lalu pergi ke lokasi upacara.

Sang Astika menyembah-nyembah Sang Raja dan memohon agar Sang Raja membatalkan upacaranya.

Sang Raja yang memiliki rasa belas kasihan terhadap Sang Astika, membatalkan upacaranya. Akhirnya,

Sang Astika mohon diri untuk kembali ke Nagaloka. Naga Taksaka pun selamat dari upacara tersebut.

Wesampayana menuturkan Mahabharata

Maharaja Janamejaya yang sedih karena upacaranya tidak sempurna, meminta Bagawan Byasa untuk menceritakan kisah leluhurnya, sekaligus kisah Pandawa dan Korawa yang bertempur di Kurukshetra.

Karena Bagawan Byasa sibuk dengan urusan lain, maka Bagawan Wesampayana disuruh mewakilinya.

Beliau adalah murid Bagawan Byasa, penulis kisah besar keluarga Bharata atau Mahābhārata. Sesuai keinginan Raja Janamejaya, Bagawan Wesampayana menuturkan sebuah kisah kepada Sang Raja, yaitu kisah sebelum sang raja lahir, kisah Pandawa dan Korawa, kisah perang di Kurukshetra, dan kisah silsilah leluhur sang raja. Wesampayana mula-mula menuturkan kisah leluhur Maharaja Janamejaya (Sakuntala, Duswanta, Bharata, Yayati, Puru, Kuru), kemudian kisah buyutnya, yaitu Pandawa dan Korawa.



bersambung

sumber
profile picture
Loading...
kawulajogja
Loading...
dvd film mahabharata berbahasa indonesia, jogja
Kisah Prabu Santanu dan keturunannya
Tersebutlah seorang Raja bernama Pratipa, beliau merupakan salah satu keturunan Sang Kuru atau Kuruwangsa, bertahta di Hastinapura.
Raja Pratipa memiliki permaisuri bernama Sunandha dari Kerajaan Siwi, yang melahirkan tiga putera.
Di antara ketiga putera tersebut, Santanu dinobatkan menjadi Raja. Raja Santanu menikahi Dewi Gangga, kemudian berputera 8 orang.
Tujuh puteranya yang lain ditenggelamkan ke sungai oleh istrinya sendiri, sedangkan puteranya yang terakhir berhasil selamat karena perbuatan istrinya dicegah oleh Sang Raja.
Puteranya tersebut bernama Dewabrata, namun di kemudian hari bernama Bhisma. Raja Santanu menikah sekali lagi dengan seorang puteri nelayan bernama Satyawati. Satyawati melahirkan 2 putera, bernama Chitrāngada dan Wicitrawirya.
Chitrāngada mewarisi tahta ayahnya. Namun karena ia gugur di usia muda pada suatu pertempuran melawan seorang Raja Gandharva, pemerintahannya digantikan oleh adiknya, Wicitrawirya.
Wicitrawirya menikahi Ambika dan Ambalika dari Kerajaan Kasi. Tak lama setelah pernikahannya, Wicitrawirya wafat. Untuk memperoleh keturunan, kedua janda Wicitrawirya melangsungkan upacara yang dipimpin oleh Bagawan Byasa. Ambika melahirkan Drestarastra yang buta sedangkan Ambalika melahirkan Pandu yang pucat. Atas anugerah Bagawan Byasa, seorang pelayan yang turut serta dalam upacara tersebut melahirkan seorang putera, bernama Widura yang sedikit pincang.
Drestarastra menikahi Gandari kemudian memiliki seratus putera yang disebut Korawa. Pandu menikahi Kunti dan Madri. Kunti melahirkan Yudistira, Bhima, dan Arjuna. Madri melahirkan Nakula dan Sadewa. Keturunan Pandu tersebut disebut Pandawa.
Kisah masa kecil Pandawa dan Korawa
Pandawa dan Korawa hidup bersama-sama di istana Hastinapura. Bagawan Drona mendidik mereka semasa kanak-kanak, bersama dengan puteranya yang bernama Aswatama.
Selain itu mereka diasuh pula oleh Bhisma dan Bagawan Kripa. Setelah Pandu mangkat, kakaknya yang bernama Drestarastra melanjutkan pemerintahan. Drestarastra melihat talenta para Pandawa dan hendak mencalonkan Yudistira sebagai Raja, namun hal tersebut justru menimbulkan sikap iri hati dalam diri Duryodana, salah satu Korawa.
Tingkah laku Bima yang tanpa sengaja merugikan para Korawa juga sering membuat Duryodana dan adik-adiknya kesal.
profile picture
Loading...
kawulajogja
Loading...
dvd film mahabharata berbahasa indonesia, jogja

Berdasarkan sumber ini, adiparwa dibagi lagi menjadi beberapa bagian.

Anukramaóìka-parva (terdiri dari 272 úloka)
Penjelasan tentang pokok cerita yang akan disusun dalam bentuk Vìracarita. Dimulai dengan kedatangan Sauti (juru cerita) di hutan Naimiûa, keinginan para åûi untuk mendengar Mahàbhàrata; manggalapuja kepada Ìúàna. Proses penciptaan alam semesta. Keinginan Mahàrûi Vyàsa. Brahmà datang kepadanya dan Gaóeúa yang menuliskan karangan Mahàrûi Vyàsa. Mahàrûi Vyàsa berkeinginan untuk menyebarkan cerita Mahàbhàrata; Sauti memuja keagungan keluarga Bhàrata, ratapan Dhåtaràûþra, hiburan Sañjaya kepada Dhåtaràûþra. Keutamaan membaca dan mempelajari kitab Mahàbhàrata.

Parvasaògraha-parva (terdiri dari 394 úloka)
Sejarah tentang Samantapañcaka; penjelasan tentang isi dari kedelapan belas parva secara ringkas dan lengkap sebagai pengantar dari kitab Mahàbhàrata secara keseluruhan.

Pauûya-parva (terdiri dari 187 úloka)
Cerita tentang Romaharûaóa putra Ugrasavà seorang Sauti (juru cerita). Kutukan terhadap Janamejaya oleh Sarama; cerita tentang Àruói; Upamanyu; Veda; dan Uttaòka yang mengikuti pendidikan Brahmacàrya yang ketat; cerita tentang Pauûya; perlawanan Janamejaya terhadap Takûaka. Cerita tentang kelahiran para Daitya, Dànava, Yakûa, Nàga, Gàndharva dan burung-burung. Cerita kelahiran wangsa Bhàrata dengan ibu Úakuntalà dan Raja Duûyanta di Hastinà. Úakuntalà sesungguhnya putra Viúvàmitra dengan seorang bidadari Mainàka yang kemudian ditinggal ke kahyangan, Úakuntalà dipelihara oleh Mahàrûi Kaóva.
bersambung
profile picture
Loading...
kawulajogja
Loading...
dvd film mahabharata berbahasa indonesia, jogja

Pauloma-parva (terdiri dari úloka 173)
Para åûi menunggu Úaunaka; silsilah wangsa Bhàrgava. Cerita tentang Puloma; cerita tentang kelahiran Chyavana; kutukan Bhågu kepada Agni; lagu pujian kepada Agni oleh Brahmà; cerita tentang Ruru; cerita tentang Dundubha.

Astika-parva (terdiri dari 1. 095 úloka)
Cerita tentang Jàratkaru dan dialog dengan leluhurnya; kelahiran Àstika; cerita tentang Kadrù dan Vinatà; cerita pengadukan lautan susu. Kadrù mengutuk para ular. Kadrù dan Vinatà pergi untuk menjumpai Uccaiúúrava; kelahiran Garuða dan lagu pujaan untuknya; lagu pujian kepada Indra oleh Kadrù; garuða ingin membawa amåta; Kaúyapa dan garuða; garuða diberi nama Suparóa oleh dewa Indra, garuða menjadi kendaraan Dewa Viûóu, percakapan antara Indra dan garuða; Indra mencuri amåta dari para ular; cerita terbelahnya lidah ular menjadi bercabang, nama-nama para tokoh pimpinan. Pertapaan Nàga Úeûa. Nàga Úeûa mendapat anugrah dari dewa Brahmà. Percakapan para nàga terhadap kutukan yang diterima oleh ibunya. Para ular membawa Jàratkaru. Perbuatan dosa Parìkûit; kutukan kepada Parìkûit; percakapan antara Úåògì dan Samika; pertemuan Kaúyapa dan Takûaka; kematian sang raja karena gigitan Takûaka; diangkatnya Janamejaya menjadi raja; pernikahan Jàratkaru; kelahiran sang Àstika. Janamejaya membuat persembahan berupa ular; pengorbanan ular ke dalam api; kedatangan Àstika ditempat persembahan. Penghentian pelaksanaan korban ular.
profile picture
Loading...
kawulajogja
Loading...
dvd film mahabharata berbahasa indonesia, jogja

Aýúàvatarana-parva (terdiri dari 321 úloka)
Mahàrûi Vyàsa datang menghadiri upacara korban ular. Cerita pendek tentang para Pàóðava dan pangeran Kuru; cerita tentang Raja Uparicara; cerita tentang festival Indradvaja; cerita tentang Satyavatì; pertemuan Paràúara dan Satyavatì. Kelahiran Dvaipàyana, cerita tentang Animandavya; cerita tentang Karóa, Vàsudeva, Sàtyaki, Kåtavarma, dan lain-lain; Pertentangan antara para Kûatriya dengan Bràhmaóa. Beban yang terlalu berat dipikul oleh Påthivì selanjutnya menghadap Brahmà, para devatà bersama-sama turun menjelma.

Sambhava-parva (terdiri dari 2. 852 úloka)
Cerita singkat tentang segala sesuatu yang ada di bumi; kelahiran Bhågu; cerita tentang Jayasandha; asal-usul Droóa, Kåpa dan yang lainnya; cerita tentang Draupadì, Kuntì, dan Madrì; cerita tentang Duûyanta; kelahiran Úakuntalà; keturunan Prajàpati; cerita tentang Purùrava; cerita tentang Yayàti; kematian Kaca oleh para Dànava; pernikahan Yayàti dengan Devayànì; pernikahan rahasia Yayàti dan Sarmista; cerita tentang Mahàbiûa; lahirnya Úantanu; pengangkatan Bhìûma sebagai putra mahkota; pertemuan Úantanu dan Satyavatì; kematian Vicitravìrya; percakapan Bhìûma dan Satyavatì; asal-usul Dhåtaràûþra dan yang lainnya; cerita tentang Gàndhàrì; asal-usul Karóa; pernikahan Pàóðu dan Madrì; Gàndhàrì melahirkan seratus orang anak; Jayadrata menikahi Duúalà; kutukan terhadap Pàóðu; kelahiran Yudhiûþhira dan yang lainnya; kematian Pàóðu; asal-usul Kåpa dan Kåpì; cerita tentang Droóa; Droóa menjadi guru bagi anak-anak Kuru dan anak-anak Pàóðu; kemampuan Arjuna yang luar biasa; cerita tentang Ekalavya; pengangkatan Yudhiûþhira sebagai putra mahkota.
profile picture
Loading...
kawulajogja
Loading...
dvd film mahabharata berbahasa indonesia, jogja

Aýúàvatarana-parva (terdiri dari 321 úloka)
Mahàrûi Vyàsa datang menghadiri upacara korban ular. Cerita pendek tentang para Pàóðava dan pangeran Kuru; cerita tentang Raja Uparicara; cerita tentang festival Indradvaja; cerita tentang Satyavatì; pertemuan Paràúara dan Satyavatì. Kelahiran Dvaipàyana, cerita tentang Animandavya; cerita tentang Karóa, Vàsudeva, Sàtyaki, Kåtavarma, dan lain-lain; Pertentangan antara para Kûatriya dengan Bràhmaóa. Beban yang terlalu berat dipikul oleh Påthivì selanjutnya menghadap Brahmà, para devatà bersama-sama turun menjelma.

Sambhava-parva (terdiri dari 2. 852 úloka)
Cerita singkat tentang segala sesuatu yang ada di bumi; kelahiran Bhågu; cerita tentang Jayasandha; asal-usul Droóa, Kåpa dan yang lainnya; cerita tentang Draupadì, Kuntì, dan Madrì; cerita tentang Duûyanta; kelahiran Úakuntalà; keturunan Prajàpati; cerita tentang Purùrava; cerita tentang Yayàti; kematian Kaca oleh para Dànava; pernikahan Yayàti dengan Devayànì; pernikahan rahasia Yayàti dan Sarmista; cerita tentang Mahàbiûa; lahirnya Úantanu; pengangkatan Bhìûma sebagai putra mahkota; pertemuan Úantanu dan Satyavatì; kematian Vicitravìrya; percakapan Bhìûma dan Satyavatì; asal-usul Dhåtaràûþra dan yang lainnya; cerita tentang Gàndhàrì; asal-usul Karóa; pernikahan Pàóðu dan Madrì; Gàndhàrì melahirkan seratus orang anak; Jayadrata menikahi Duúalà; kutukan terhadap Pàóðu; kelahiran Yudhiûþhira dan yang lainnya; kematian Pàóðu; asal-usul Kåpa dan Kåpì; cerita tentang Droóa; Droóa menjadi guru bagi anak-anak Kuru dan anak-anak Pàóðu; kemampuan Arjuna yang luar biasa; cerita tentang Ekalavya; pengangkatan Yudhiûþhira sebagai putra mahkota.
profile picture
Loading...
indraunity
Loading...
Quote:


kualitas gimana gan ?
PM no contact agan , ada rencana orang tua mau beli gan
profile picture
Loading...
kawulajogja
Loading...
dvd film mahabharata berbahasa indonesia, jogja
Jatugåhya-parva (terdiri dari 292 úloka)
Kecemburuan dan penipuan yang dilakukan oleh Duryodhana dan Úakuni terhadap Pàóðava; pengasingan Pàóðava ke Varavanata; tibanya para Pàóðava di Varavanata; instruksi Duryodhana kepada Purochana, tinggal di rumah kardus, pembakaran rumah kardus; perlawanan Pàóðava di hutan. Penyeberangan sungai Gaògà oleh Pàóðava. Pàóðava kembali masuk hutan, pencarian air minum oleh Bhìma yang dilanjutkan dengan pertanyaan-pertanyaan oleh Yakûa kepada Yudhiûþhira

Hidimbàvadha-parva (terdiri dari 182 úloka)
Perjalanan sampai di kota Ekacakra dan bertemu dengan Mahàrûi Vyàsa. Keinginan Hidimbà untuk bertemu Bhìma; Bhìma ingin membunuh Hidimbà tapi dicegah Yudhiûþhira; Hidimbà membawa Bhìma dan kemudian melahirkan Ghaþotkaca.

Bakavadha-parva (terdiri dari 215 úloka)
Pàóðava menetap di Ekacakra; hari-hari Pàóðava di Eka Cakra; percakapan Kuntì dan Bràhmaóa; Bhìma ingin membasmi ràkûasa Baka; pertarungan Bhìma dan Baka; Drupada menyelenggarakan persembahan untuk mendapatkan putra, putra yang lahir dari api; asal-usul Draupadì.
profile picture
Loading...
kawulajogja
Loading...
dvd film mahabharata berbahasa indonesia, jogja

0857 2933 0421
profile picture
Loading...
kawulajogja
Loading...
dvd film mahabharata berbahasa indonesia, jogja

Caitraratha-parva (terdiri dari 566 úloka)
Para Pàóðava pergi ke Pàñcàla, pertemuan dengan Mahàrûi Vyàsa. Dalam perjalanan bertemu dengan Gandharva Aògaraparóa di tepi sungai Gaògà. Pertempuran dengan Gandharva. Gandharva dapat ditundukkan. Gandharva menghadiahkan souvenir kepada Arjuna. Cerita Raja Tapati, Raja Samvaraóa menemui Tapati. Lenyap dan tampilnya kembali Tapati. Tapati menceritakan sejarahnya dan kembali lenyap. Perkimpoian Samvaraóa dengan Tapati. Cerita tentang Vasiûþha; cerita tentang Viúvàmitra. Percobaan dengan kekerasan melarikan lembu Nandinì milik Vasiûþha oleh Viúvàmitra. Viúvàmitra gelisah karena dari seluruh tubuh keluar api dan berbagai makhluk serta pasukan dari berbagai wilayah seperti Dràviða, Úàkha dan lain-lain. Vasiûþha dan menantunya bertemu Kalmasavada; kelahiran Paràúara; asal-usul api Pàóðava; Pàóðava meninggalkan Aògaraparóa; Pàóðava menunjuk Dasaumia sebagai pandita mereka.

Svayamvara-parva (terdiri dari 228 úloka)
Sampai di Pàñcàla. Mereka bertemu Mahàrûi Vyàsa. Di perjalanan mereka bertemu pula dengan Gàndharva bernama Aògaraparóa. Peristiwanya terjadi di tepi sungai Gaògà cerita tentang Draupadì; Úrì Kåûóa mengenali Pàóðava; ketidak-mampuan para raja untuk mengangkat panah; Arjuna berhasil mengangkat panah; para raja berniat menyerang Drupada; Arjuna dan Bhìma bersiap-siap untuk melawan; Arjuna dan Bhìma pergi membawa Draupadì; percakapan Kuntì dan Yudhiûþhira; Yudhiûþhira meminta Arjuna untuk menikahi Draupadì; Balaràma dan Úrì Kåûóa mengunjungi Pàóðava; Dhåûþadyumna datang secara diam-diam.

Vaivahika-parva (terdiri dari 190 úloka)
Dhåûþadyumna mendengar Pàóðava; Drupada mengirim pandita kepada Pàóðava; Pàóðava datang ke istana Drupada; Drupada ingin mengawinkan putrinya dengan Arjuna; kedatangan Mahàrûi Vyàsa; cerita tentang Jatila; petuah dari Mahàrûi Vyàsa; kisah awal dari Pàóðava dan Draupadì; pernikahan Draupadì dan kelima Pàóðava.
profile picture
Loading...
kawulajogja
Loading...
dvd film mahabharata berbahasa indonesia, jogja

Viduragamana Ràjyalaýbha-parva (terdiri dari 377 úloka)
Duryodhana mendengar pernikahan Pàóðava; diskusi antara Pàóðava dan Dhåtaràûþra; komentar Karóa; komentar Bhìûma; komentar Droóa; komentar Vidura; Vidura berangkat ke Pañcàla; petuah Vàsudeva; Pàóðava kembali ke Hastinàpura; Pàóðava mengambil setengah dari kerajaan; Úrì Kåûóa dan Balaràma kembali ke Dvàraka; cerita tentang Sunda dan Upasunda; para Pàóðava membatasi diri untuk menghormati Draupadì.

Arjunavanavasa-parva (terdiri dari 174 úloka)
Kehidupan Pàóðava di Kàóðavaprastha; Arjuna melanggar aturan; Arjuna mengasingkan diri; pernikahan Arjuna dan Ulupì; Arjuna pergi ke Dvàraka dengan Úrì Kåûóa.

Subhadràharana-parva (terdiri dari 57 úloka)
Festival Våûóandaka di gunung Raivataka; Arjuna bertemu Subhadrà di tempat itu; Arjuna melarikan Subhadrà; para Våûói mempersiapkan diri untuk bertempur dengan Arjuna dan akhirnya pertempuran dapat dipadamkan.
profile picture
Loading...
kawulajogja
Loading...
dvd film mahabharata berbahasa indonesia, jogja

0857 2933 0421
profile picture
Loading...
kawulajogja
Loading...
dvd film mahabharata berbahasa indonesia, jogja

0857 2933 0421
profile picture
Loading...
kawulajogja
Loading...
dvd film mahabharata berbahasa indonesia, jogja

0857 2933 0421
profile picture
Loading...
kawulajogja
Loading...
dvd film mahabharata berbahasa indonesia, jogja

0857 2933 0421
profile picture
Loading...
kawulajogja
Loading...
dvd film mahabharata berbahasa indonesia, jogja


Haraóa-parva (terdiri dari 89 úloka)

Arjuna kembali ke Kàóðavaprastha dengan Subhadrà; nasehat Draupadì kepada Arjuna; Úrì Kåûóa, Balaràma dan yang lain berkunjung ke hutan Kàóðavaprastha. Pesta menyambut di Indraprastha menyambut kedatangan Våûói dan Andhaka. Kelahiran Abhimanyu dan lima putra Draupadì.

Kàóðavadaha-parva (terdiri dari 427 úloka)

PemerintahanYudhiûþhira; Úrì Kåûóa dan Arjuna pergi ke dalam hutan; pertemuan dengan Agni yang menyamar sebagai Bràhmaóa. Lelucon tentang Svetaki. Varuóa memberikan kendaraan, cakram dan busur Gandiva kepada Úrì Kåûóa dan Arjuna. Pelarian Aúvasena dari hutan Kandava yang terbakar. Pertempuran Arjuna dengan Indra. Terbakarnya hutan Kandava; Pertempuran antara Arjuna melawan Asura bernama Maya. Kedatangan Agni untuk menelan Maya. Arjuna melindungi Maya. Cerita tentang Åûi Mandapala; Pertapaan dan pemujaan Åûi Mandapala kepada Agni; cerita tentang empat putra Åûi Mandapala. Úrì Kåûóa mendapatkan anugrah dari dewa Indra.
×