alexa-tracking

[JUAL] CERUTU DOS HERMANOS termurah seKASKUS

Main Content

CERUTU DOS HERMANOS & GOLD SEAL termurah seKASKUS
Kondisi Barang : Baru
Harga : Rp 8
Location :
Agan dan Aganwati sekalian, numpang jualan ya..


emoticon-I Love Kaskus


"BARANG READY STOCK" & "FIXED PRICE"


"RESELLER WELCOME"


"MENERIMA PEMBELIAN ECERAN, GROSIR dan PENGIRIMAN DROPSHIP"



CERUTU DOS HERMANOS & GOLD SEAL termurah seKASKUS


DOS HERMANOS ROYAL COLLECTION


Spoiler for "Churchill":



Spoiler for "Toro":



Spoiler for "Robusto":



Spoiler for "Robusto (Glass Tube)":



Spoiler for "Torito":



DOS HERMANOS PREMIUM COLLECTION


Spoiler for "Churchill":



Spoiler for "Toro":



Spoiler for "Robusto":



GOLD SEAL


Spoiler for "Senoritas (isi 10btg)":



Spoiler for "Cigarillos (isi 10btg)":



Spoiler for "Petit Minis (isi 20btg)":



Spoiler for "Petit Minis (isi 10btg)":


Keterangan:
  • Pembelian 5-10 batang glass tube (5-10 pak untuk GOLD SEAL) diskon 3%
  • Pembelian di atas 10 batang glass tube (di atas 10 pak untuk GOLD SEAL) diskon 7%
  • Pembelian 3 box ke atas diskon 15%
  • Free pemotong cerutu untuk pembelian glass tube 5 batang ke atas (Selama persediaan ada)



AVAILABLE CONTACTemoticon-Shakehand2

Phone :
  • +6282116166099
  • +6287822462299


Blackberry PIN :
  • 73E8B161 an D' Online Store Dos Hermanos Cigar


Line :
  • +6282116166099


WeChat :
  • d_online_store


WhatsApp :
  • +6282116166099


Yahoo Messenger :
  • donline_store@yahoo.com




KETENTUAN TRANSAKSIemoticon-Cool

Spoiler for "rules and regulation":



CARA PEMESANANemoticon-Request

Spoiler for "tata cara":



MY TESTIMONIALemoticon-Recommended Seller

Spoiler for "feedback":
profile picture
Loading...
donlinestore
Loading...
Nikmati Cerutu Anda


Perbedaan yang paling banyak ditemui di antara para penikmat cerutu dan rokok tentunya adalah kelas penikmatnya. Rokok, dengan berbagai variasi (dengan cengkeh atau tidak, dengan filter atau tidak, dengan menthol, dengan tambahan rasa, atau tidak) dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. Tidak dengan cerutu yang memberikan kesan mewah dan classy kepada penikmatnya.

Tentunya cerutu lebih baik lagi jika memang benar-benar buatan sendiri, dan tembakau juga adalah tembakau khusus yang Anda pilih sendiri, tapi hal ini baru bisa terjadi jika Anda sudah terlatih untuk menikmati tembakau dengan cara khusus seperti menikmati cerutu.

Tidak ada salahnya jika Anda sudah dapat menikmati cerutu dan dapat mulai berbagi rahasia nikmatnya cerutu dengan rekan-rekan Anda. Berikut adalah beberapa tips yang sebaiknya Anda ikuti sebelum Anda mulai menikmati rasa cerutu yang mewah dan classy tadi.


Mulai dari Yang Ringan

Cerutu Ringan (Mild), memang pilihan terbaik bagi Anda yang pertama kali mencoba menikmati cerutu, seringkali perokok pemula akan kapok menikmati cerutu jika merokok cerutu berat.

Cerutu berat cenderung meninggalkan cita rasa yang terlalu berat (atau dengan kata lain tidak enak) kepada mereka yang pertama kali menikmatinya. Selain itu, cerutu berat seringkali mahal di kantong.

Jadi dengan cerutu ringan yang tidak terlalu berat, Anda tidak akan takut untuk merusak rasanya karena salah memotong atau salah menyalakan cerutu tadi. Harganya pun lebih ekonomis.


Gunakan Mata dan Tangan Anda

Begitu Anda mulai menemukan dan tertarik akan satu jenis cerutu, gunakan mata dan tangan Anda untuk melihat bentuk dan warna cerutu. Perhatikan bahwa bungkus cerutu harus utuh dan cerutu tadi memiliki warna yang merata dan tidak ada bagian yang lebih terang atau gelap di sepanjang cerutu.

Jika sudah ok, pencet tubuh cerutu dengan lembut dan pastikan bahwa tidak ada bagian yang lebih empuk atau lebih keras, karena hal ini akan menyebabkan cerutu tidak dapat dihisap dengan baik atau bahkan sempat disubal di bagian tertentu yang menyebabkan cerutu tadi tidak dapat dirokok dengan baik.


Gunakan Humidor

Humidor adalah tempat khusus untuk menyimpan cerutu dalam waktu yang lama. Jika Anda tidak memilikinya, belilah cerutu dalam jumlah kecil yang dapat Anda habiskan dalam 3 atau 4 hari, dan jangan dibuka dari bungkusnya sampai Anda siap menikmatinya.

Jangan pernah membiarkan cerutu terbuka tanpa perlindungan, karena akan menyebabkan cerutu cepat kering atau malah lembab, sehingga akan sangat mengganggu kenikmatan cerutu pada saat Anda nyalakan dan hisap.


Gunakan Pemotong Cerutu

Bagian cerutu yang tertutup (dengan berbagai bentuk, pada umumnya adalah lurus, atau dibentuk setengah bulat atau mungkin juga kerucut) bagian ini biasa disebut kepala cerutu. Bagian inilah yang Anda potong dan Anda letakkan di mulut. Bagian ini sengaja dibuat tertutup untuk mencegah cerutu terlalu kering.

Bagian kepala ini lebih baik Anda potong dengan pemotong cerutu, ukuran pemotongan adalah sekitar setengah cm dari ujung kepala cerutu untuk ujung lurus atau setengah bulat. Jika kepala dibuat dalam bentuk cerutu, cari titik sekitar tiga perempat dari lebar kerucut, dan potong di titik tersebut. Intinya adalah jangan sampai bagian tubuh cerutu terpotong, karena akan membongkar bungkus cerutu, dan akan merusak pengalaman merokok Anda!

Jika Anda menggunakan pisau. Pilih pisau yang tajam dan gunakan papan potong yang kuat, iris bagian ini sedemikian rupa, sehingga bagian kepala ini tidak tertekan pada saat memotong dan merusak bungkus cerutu. Potongan yang baik akan berbentuk lurus dan rapi.

Anda juga bisa menggunakan gunting, tapi pastikan gunting yang Anda gunakan tajam dan kering, sehingga selain tidak merusak bungkusnya, cerutu akan tetap terjaga kelembabannya.


Gunakan Api dengan Benar

Setelah terpotong rapi, kini Anda siap untuk menyalakan cerutu. Pilih korek api gas atau korek kayu untuk menyalakan cerutu. Pilihan terbaik adalah korek api yang menyemburkan nyala biru, sehingga tidak terganggu bahkan pada saat ada angin bertiup. Jangan pernah tergoda untuk menggunakan nyala api dari lilin atau dari kayu bakar, karena hal ini akan membuat cerutu Anda dikotori oleh berbagai zat kimia dari lilin atau kayu bakar tadi, apalagi jika Anda menggunakan lilin aromatik, sama sekali hindari hal ini.

Cara terbaik untuk menyalakan cerutu:

Nyalakan korek dengan satu tangan, kemudian letakkan (minimal) jempol, telunjuk dan jari tengah di pengikat cerutu. Dekatkan kaki (bagian yang terbuka) dengan api, tapi jangan sampai nyala api bersentuhan dengan cerutu. Jika nyala api bersentuhan, akan terbentuk arang kecil yang akan membuat rasa cerutu pedas dan pahit. Nyalakan cerutu dan putar perlahan cerutu Anda dengan satu tangan tetap menjaga api korek tetap menyala.

Kemungkinan besar Anda akan menghabiskan 10 sampai 20 detik untuk menyalakan cerutu, terus hisap dan buang asap yang terbentuk sambil memutar cerutu sampai bagian luar kaki cerutu menyala merah, dan asap mulai mudah Anda hisap. Tujuan dari cara ini adalah untuk memastikan bahwa nyala cerutu Anda rata, sehingga setiap hisapan cerutu yang Anda lakukan akan memberikan kenikmatan maksimum dari cerutu pilihan Anda.


Nikmati Cerutu Anda

Setelah ritual panjang di atas, barulah Anda bisa menikmati cerutu Anda. Setelah menyala, teruskan hisap dan buang asap cerutu yang ada TANPA Anda hisap ke paru-paru. Cerutu tidak dinikmati seperti rokok, JANGAN PERNAH menghisap asap cerutu seperti menghisap rokok. Biarkan asap cerutu hanya di mulut Anda, dan tidak di paru-paru Anda.

Santai dan nikmati rokok Anda, karena jika Anda merokok terlalu cepat, asap yang ada akan terlalu panas dan merusak rasa cerutu, tapi jika terlalu lama, maka nyala akan sering mati, dan Anda harus berulang kali menyalakan cerutu lagi. Konsentrasikan untuk menikmati rasa dan membiarkan nyala cerutu tetap bertahan.

Abu cerutu dapat bertahan cukup lama tanpa harus Anda jatuhkan, sampai sekitar satu atau dua centimeter pun, abu cerutu dapat tetap bertahan, setelah di titik ini, barulah Anda dapat menjatuhkan abu yang ada, sehingga hisapan Anda tidak terganggu oleh abu tadi.


Temani Cerutu Anda

Selain cerutu sendiri, teman yang tepat haruslah Anda pilih untuk menikmati cerutu Anda. Teman ini adalah minuman yang menyertai. Pastikan bahwa masing-masing cerutu pilihan Anda memiliki pasangan minuman sendiri. Pastikan bahwa minuman pilihan Anda tidak memiliki rasa yang terlalu kuat, sehingga menutup rasa cerutu tadi.

Pasangan terbaik adalah kopi, port, brandy, anggur, dan minuman yang dibuat dengan campuran Kahlua biasanya akan memantapkan rasa cerutu yang Anda pilih. (kpl/ari)


KapanLagi.com, Rabu, 01 April 2009, 18:35




Menyimpan dan Merawat Cerutu


Menyimpan cerutu dengan baik ialah mengkondisikan cerutu agar bisa tetap dalam kondisi yang baik saat kita bakar dan hisap nantinya, adapun cara penyimpanan cerutu ada berbagai cara dan alatnya untuk menyimpan cerutu dalam skala besar kita memerlukan sebuah ruangan dimana kondisi ruangan tersebut harus mempunyai syarat agar cerutu bisa dengan baik disimpan, pertama ruangan tersebut harus bersuhu antara 18'c sampai 20'c, dan mempunyai kelembapan 70% sampai 75%,

Cara mengetahui kondisi cerutu yang baik untuk di bakar dan dihisap, ialah dengan mencium cerutu, cerutu lembap biasanya mempunyai bau lembap yang mengurangi wangi , kedua memijat bila dalam keadaan baik cigar akan membal saat di pijat dari ujung keujung lainnya dan apabila kering cerutu akan terasa keras , kondisi cerutu yang lembap dapat menyebapkan pembakaran yang tidak merata dan mengurangi wangi cerutu saat di bakar anda bisa perhatikan abu dari cerutu tersebut abu cigar yang baik akan menghasilkan abu berwarna abu-abu keputihan serta rata pembakarannya sedangkan cerutu yang lembap akan menghasilkan abu yang abu-abu kehitaman dan pembakaran biasanya miring atau abu akan terlihat runcing . dengan menimbang-nimbang pun kadang kita juga bisa tahu kondisi cerutu yang baik akan terasa ringan. adapun diluar dari kesalahan pelinting cerutu yang mungkin membuat cerutu sulit untuk dihisap, seperti terlalu banyak urat daun tembakau atau lintingan daun yang padat. cara atau tehnik anda sendiri pun juga bisa anda coba karena terkadang seorang penikmat cerutu menyukai cerutu dalam kondisi tertentu.

Berbagai alat pendukung dalam merawat kondisi cerutu anda di dalam ruangan antara lain ialah sebuah mesin pelembap atau humidifier , pengukur suhu ruangan, dan ac untuk menjaga kondisi cerutu di suhu yang baik.

Dari kesemuanya diatas ada juga penyimpanan cerutu yang menggunakan humidor.
profile picture
Loading...
donlinestore
Loading...
Cerutu Indonesia Juga Ada


Cerutu memang identik dengan Kuba. Namun jangan salah, sejak 1990, kombinasi cerutu dan rokok kretek dengan nama Cigarillos, produk PT Djarum, mampu menembus mancanegara. Enam tahun kemudian, diluncurkanlah ke pasar dunia cerutu natural Petit, Cigarillos, dan Senoritas dengan label Gold Seal.

Setelah melakukan studi di Honduras dan Amerika Serikat, pada Mei 1997 produksi perdana cerutu long filler diekspor ke Amerika Serikat. Kualitas dan kestabilan rasa cerutu Indonesia ini ternyata tak kalah dibanding produk sejenisnya. Itu sebabnya gulungan tembakau asal Kudus itu berhasil diterima di mancanegara, antara lain Belanda, Belgia, Australia, Singapura, dan beberapa negara lainnya.

Kemudian, pada September 1999, cerutu long filler ini bisa dinikmati di negeri sendiri dengan merek Dos Hermanos. Sejak itu pula turis mancanegara yang berkunjung ke Indonesia bisa menikmati cerutu produk dalam negeri dengan mutu internasional. "Hampir sembilan puluh persen penikmat cerutu Indonesia adalah orang asing," kata Nugroho Widjaja dari Dos Hermanos Cigar.

Tembakau asal Deli, Sumatera Utara, dan Besuki, Jawa Timur, sudah terkenal di dunia, tak kalah dibanding tembakau dari Kuba dan Brasil. Cerutu buatan tangan dari PT Djarum itu menggunakan paduan yang seimbang tembakau-tembakau berkualitas prima tersebut. Dos Hermanos Royal Collection memakai Deli Besuki Wrapper, sedangkan Dos Hermanos Premium Collection menggunakan Java Besuki Wrapper. Cerutu-cerutu itu dibuat dalam tiga ukuran, Churchill,Toto, dan Robusto.

Kemasannya tidak kalah mentereng dengan produk Kuba. Dengan harga Rp 50 ribu sampai Rp 120 ribu per batang, tidak ada yang pernah menyangka cerutu yang nikmat itu dilinting di Desa Njetak, desa kecil di Kudus. (Ars)

SUARA PEMBARUAN DAILY
profile picture
Loading...
donlinestore
Loading...
Lembaran Sejarah Cerutu Indonesia


Cerutu tidak monopoli Kuba, atau negara-negara Karibia. Indonesia ternyata juga salah satu produsen cerutu yang patut diperhitungkan. Paling tidak, bahan baku tembakaunya telah memasok kebutuhan cerutu dunia.

Di era prakemerdekaan RI, budaya cerutu ditularkan oleh Belanda. Kebiasaan mereka bercerutu dari negeri asalnya tidak bisa dihentikan ketika mereka berada di Indonesia. Mereka tidak hanya membawa cerutu dari Eropa dan negara-negara Amerika Latin, tapi juga membudidayakan tembakau di Indonesia, terutama di Deli (Sumatera Utara) dan Besuki (Jawa Timur), yang sampai kini dikenal sebagai daerah tembakau berkualitas tinggi.

Selain mempunyai kebun-kebun tembakau, pada saat itu di Indonesia juga berdiri beberapa pabrik cerutu (dan industri rokok, tentu saja). Kini, boleh dikatakan hanya industri rokok yang masih bertahan, bahkan beberapa di antaranya meraksasa dan menyumbang cukai sangat besar untuk negara, seperti Djarum, Gudang Garam, Dji Sam Soe, dan lain-lain. Sayangnya, industri cerutu yang survive agaknya bisa dihitung dengan jari, di antaranya yang diproduksi PD Tarumartani, perusahaan milik keluarga Keraton Yogyakarta. Sementara itu, merek cerutu yang diproduksi industri rokok besar adalah Wismilak dan Dos Hermanos.

Hanya saja, dua merek yang disebut terakhir bukan berasal dari tradisi lama, melainkan dilahirkan setelah melihat peluang pasar yang besar di industri cerutu. PT Djarum, misalnya, menciptakan produk cerutunya pada Mei 1997, setelah sebelumnya sempat melakukan serangkaian riset mendalam di Honduras dan Amerika Serikat. Produk perdananya adalah cerutu long filler dengan standar internasional.

Kualitas dan kestabilan rasa cerutu Indonesia ini ternyata tidak kalah dibandingkan dengan premium cigar yang lain. Itu sebabnya, gulungan tembakau asal Kudus ini berhasil diterima di mancangera, seperti Belanda, Belgia, Jerman, Singapura, dan beberapa negara lainnya. Nama Dos Hermanos sendiri sebenarnya baru dipakai pada September 1999 untuk pasar Indonesia. Namun demikian, produk ini juga disukai para turis asing, bahkan sering dibawa ke mancanegara sebagai cenderamata asal Indonesia.

So pasti, Dos Hermanos yang masuk dalam rating bergengsi dari Majalah Cigar Afficionado, juga Wismilak, adalah cerutu made in Indonesia, yang ikut meramaikan pasar cerutu dunia. (Burhanudin Abe)

swa.co.id
profile picture
Loading...
donlinestore
Loading...
Beda Negara, Beda Cara Mengisapnya


Waktu Soeharto masih berkuasa, Anda pasti pernah melihat penampilannya saat santai. Dalam kesantaian, terutama saat memancing ikan, di mulutnya hampir selalu terselip sebatang cerutu besar. Caranya mengisap cerutu dalam mimik muka yang dingin berwibawa memberikan kesan bahwa sesantai apa pun dia, gambaran sebagai sosok yang untouchable ketika itu sangat kentara.

Gambaran muka-muka dingin dengan selipan cerutu di bibir paling populer terjumpai pada tokoh-tokoh mafioso pada film seperti Godfather atau Untouchable. Di situ seseorang dengan mimik yang santai mengisap cerutu dan dengan santai pula menarik pelatuk pistol ke dahi seseorang yang lain.

Tak terpungkiri, cerutu memang memiliki citra yang berbeda dari rokok. Harganya yang tinggi serta konsumennya yang kebanyakan golongan menengah-atas itu menjadikan cerutu sebagai produk eksklusif.

''Kini cerutu jadi produk eksklusif yang bergengsi. Komunitas penggemarnya pun terus berkembang. Bahkan, kini cerutu lagi ngetren, terutama di kalangan menengah ke atas,'' tutur Tirto Harsono, Senior Product Developer PT Djarum.

Bersama Prijanto Juwono, Manajer PT Djarum di Semarang, dia sengaja datang ke ruang lobi Hotel Grand Candi Semarang untuk menyaksikan demo pembuatan cerutu yang dilakukan anak buah mereka, belum lama ini. Tujuannya memperkenalkan cerutu produksi PT Djarum yang dilabeli ''Dos Hermanos'' dan ''Gold Seal'' untuk khalayak.

Di stan demo pembuatan cerutu, Suharsih (41) dan Tumijah (36), karyawati PT Djarum terlihat membuat cerutu. Sesekali salah satu dari mereka menjawab pertanyaan salah seorang yang ikut berkerumun di sekitar stan. Pertanyaan paling antusias berasal dari beberapa ekspatriat yang menginap di hotel tersebut. Kalau mereka berdua tak bisa menjawab, Muslikan yang bertindak sebagai teknisi dengan piawai memberikan penjelasan.

''Pasar cerutu memang terbatas, hanya untuk kalangan menengah atas. Makanya demo kami lakukan di hotel dan pemasarannya nanti lebih banyak lewat outlet-outlet khusus,'' jelas Tirto.



Salah Persepsi

Muslikan menjelaskan, selama ini ada kesalahan persepsi pada cara mengisap cerutu. Selama ini, kata dia, orang membayangkan mengisap cerutu seperti ketika mengisap rokok. Dalam etiket bercerutu, itu cara yang keliru. Sebab, asap cerutu tak dimasukkan ke paru-paru, tapi hanya untuk ''berkumur'' di dalam mulut.

''Maka merokok cerutu lebih menyehatkan, ndak sampai ke paru-paru. Apalagi asapnya sangat keras kalau sampai ke paru-paru,'' ujarnya.

Dia tak membual, tentu saja. Ambil contoh seorang lelaki yang menginap di hotel tersebut diminta untuk mencoba sebatang cerutu. Dengan enggan dia menjawab, ''Ah nggak kuat saya. Dada saya bisa sesak.'' Ketika diberi tahu cara mengisap cerutu yang tak usah sampai ke paru-paru, dia tetap menolak.

Di luar itu, pembuatan cerutu oleh PT Djarum pun sebenarnya sebagai upaya perusahaan rokok tersebut untuk menyadarkan orang Indonesia mengenai kualitas tembakau yang ada di negeri ini.

''Bicara cerutu, orang bicara tentang negara Kuba. Padahal cerutu Kuba tembakaunya berasal dari Deli di Sumatra. Itu ironis. Makanya, kami memproduksinya agar citra cerutu kita dikenal dunia,'' kata Tirto Harsono lagi sembari menjelaskan, produk cerutu perusahaannya telah diproduksi dan dipasarkan sejak 1999.

Dengan label ''Dos Hermanos'' yang berarti dua bersaudara, dua jenis (royal collection dan premium collection) dengan berbagai ukuran, cerutu dibuat setiap hari. Menurut Suharsih, dia bisa membuat cerutu 200 buah sehari dalam tujuh jam kerja.

Ukuran cerutunya sangat beragam. Churchill, misalnya, merupakan cerutu terbesar berukuran 50 x 7,5 inci dengan berat 17,5 gram. Yang terkecil dinamakan torito dengan berat 12,5 gram.

Ketika ditanya mengapa ukurannya berbeda-beda, dengan tersenyum Tirto menjawab, itu disesuaikan dengan pasar yang dituju. ''Orang bule itu suka cerutu yang panjang dan besar, sedangkan rata-rata orang Asia suka yang lebih pendek dan lebih kecil. Selain itu, walau ada etiket bercerutu, cara mengisapnya pun beda.'' (Saroni Asikin-89)

Suara Merdeka Kamis, 10 Juni 2004
profile picture
Loading...
donlinestore
Loading...
emoticon-Sundul Up
profile picture
Loading...
donlinestore
Loading...
emoticon-Sundul:
profile picture
Loading...
donlinestore
Loading...
emoticon-Sundul Up
profile picture
Loading...
donlinestore
Loading...
emoticon-Sundul:
profile picture
Loading...
donlinestore
Loading...
emoticon-Sundul Up
profile picture
Loading...
donlinestore
Loading...
emoticon-Sundul:
profile picture
Loading...
donlinestore
Loading...
emoticon-Sundul Up
profile picture
Loading...
donlinestore
Loading...
emoticon-Sundul:
profile picture
Loading...
donlinestore
Loading...
emoticon-Sundul Up
profile picture
Loading...
donlinestore
Loading...
emoticon-Sundul:
profile picture
Loading...
donlinestore
Loading...
emoticon-Sundul Up
profile picture
Loading...
donlinestore
Loading...
emoticon-Sundul Up
profile picture
Loading...
donlinestore
Loading...
emoticon-Sundul:
profile picture
Loading...
donlinestore
Loading...
emoticon-Sundul Up
profile picture
Loading...
donlinestore
Loading...
emoticon-Sundul: