alexa-tracking

GLUTATHIONE - SUPERHERO-nya ANTIOXIDANT

Main Content

GLUTATHIONE - SUPERHERO-nya ANTIOXIDANT
Kondisi Barang : Baru
Harga : Rp 123.456
Location : DKI Jakarta
GLUTATHIONE - SUPERHERO-nya ANTIOXIDANT
Baca tuntas, mungkin Anda akan menemukan solusi atas problem kesehatan Anda di sini....
Simak juga penjelasan detail teknis tentang Immunocal!
Anda mungkin akan terkejut, mengapa baru sekarang Anda mengetahui ada produk seluar biasa ini....
Immunocal adalah produk yang dapat menaikkan sistem kekebalan tubuh manusia, dengan memberikan EMPAT manfaat sekaligus, yaitu ; Super Antioxidant [pemangsa radikal bebas], Detoxicant [penetralisir zat beracun], Immune System [peningkat Imunitas / kekebalan tubuh] dan Cell Regeneration [perbaikan sel] Immunocal bekerja di luar dan di dalam sel, terbukti secara klinis membantu penyembuhan berbagai penyakit berat :

Kanker
Stroke
Hepatitis & Kanker Hati
Jantung
HIV/AIDS
Alzheimer/Pikun
Bronchitis Kronis
Parkinson
Asthma
Reumatik
Maag/Tukak Lambung
Diabetes Mellitus
Stress
Darah Tinggi
Katarak
Leukimia
Penyakit Infeksi
Thalasemia
Psoriasis
Syndroma Kelelahan Kronis
Kolesterol
Penyakit Karena Tua
Penyakit Karena Pencemaran
dan lain-lain

GLUTATHIONE - SUPERHERO-nya ANTIOXIDANT

Kehidupan Dunia Modern

Dalam kehidupan dunia Modern saat ini, tubuh kita mendapatkan serangan-serangan yang sering tidak kita sadari dapat membahayakan kesehatan tubuh. Polusi, limbah, pestisida dan pemanasan global yang sedang terjadi, menyebabkan bertumbuhnya mikroba-mikroba, baik dari segi jumlah maupun jenisnya. Penipisan ozon juga menyebabkan adanya radiasi sinar ultraviolet ke permukaan Bumi. Untuk melindungi diri dari serangan yang datang membombardir itu, kita membutuhkan sistem pertahanan tubuh yang lebih handal. Kita membutuhkan makanan yang secara alami dapat meningkatkan kekebalan tubuh kita tanpa menimbulkan efek samping.

Apa Itu Immunocal?
Immunocal adalah isolate protein serum susu yang telah dipatenkan. Manfaatnya serupa dengan air susu ibu (ASI), yang telah diketahui efeknya sangat baik terhadap immune system (sistem kekebalan).

Immunocal membantu tubuh untuk mempertahankan konsentrasi Glutation yang optimal, sebuah komponen yang sangat berperan penting pada immune system, bersifat antioksidan, penetralisir toxin (zat racun) dan peningkat kekebalan.

Immunocal adalah protein (dalam bentuk bubuk 10 gram) yang diambil dari 5 liter susu sapi segar, mengandung Whey Protein Concentrate (WPC), sebagai sumber yang kaya akan zat pendahulu glutation, terutama cystine. Kandungan lemak dan laktosenya kurang dari 1%, menjadikannya sesuai bagi semua orang, bahkan yang sensitif dengan laktose sekalipun. Aman, tidak menimbulkan efek samping, bisa dikonsumsi oleh siapa saja, bahkan balita sekalipun.

Lebih dari seabad yang lalu telah diketahui suatu zat di dalam tubuh yang bernama Glutation, tetapi apa fungsi sebenarnya masih menjadi sebuah misteri. Sampai akhirnya setelah dilakukan penelitian selama sepuluh tahun oleh Prof. Gustavo Buonous, barulah terungkap bahwa Glutation merupakan suatu senyawa yang mempunyai peranan sangat penting untuk kesehatan.

Immunocal Bermanfaat Bagi Kesehatan
Dr.Gustavo beserta tim medis Mc Gill University, Montreal, Kanada menyelidiki pengaruh protein terhadap sistem kekebalan tubuh manusia. Riset ini menyimpulkan bahwa serum susu terkonsentrasi [Whey Protein Concentrate – WPC] mengandung banyak cystine, serum albumin, alfa lactalbumin dan lactoferrin. Protein ini merupakan komponen penting dalam meningkatkan jumlah glutathion [GSH]. Glutathion merupakan zat yang secara alami sudah ada diseluruh tubuh sejak kita lahir. Glutathion yang banyak terdapat pada organ-organ penting tubuh misalnya pada liver, paru-paru, ginjal, jantung, otak dan lambung, berguna sekali untuk meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Riset yang mendapat perhatian luar biasa ini berhasil mendapatkan hak paten atas pembuatan Immunocal.

Mengapa Immunocal Luar Biasa?
Immunocal mempunyai manfaat kesehatan yang luar biasa dibanding makanan kesehatan yang lain karena :

Didukung Penelitian dan Uji Klinis
Dr. Gustavo dan tim medisnya telah melakukan penelitian lebih dari 20 tahun di berbagai negara antar lain ; Kanada, USA, Jerman, Jepang dan Arab Saudi. Hasil Penelitian yang luar biasa ini telah diulas di berbagai jurnal medis internasional seperti ; Anti Cancer Research, The Lancet, Biochemical Pharmacology, British Medical Journal, dan sebagainya.

WPC Sebagai Isolat Protein Serum pada ASI
Melalui proses teknologi modern yang dipatenkan maka dari 5 liter susu sapi segar dapat dihasilkan 10 gram WPC [Whey Protein Concentrate] yang dapat dipandang sebagai isolat protein serum pada ASI [Air Susu Ibu]. Di Amerika Serikat, Immunocal dipasarkan dengan nama Human Milk Serum [HMS]

ASI telah diketahui mempunyai khasiat yang luar biasa pada daya tahan tubuh manusia. Kelompok remaja yang semasa bayi tidak atau hanya diberi sedikit ASI lebih tinggi resikonya terkena kanker dibanding dengan kelompok yang diberikan ASI dalam waktu yang cukup lama.

Karena mempunyai manfaat yang hampir sebanding dengan ASI maka Immunocal juga disebut sebagai Human Milk Serum [HMS].

Bekerja di Dalam dan di Luar Sel [Intra dan Ekstra Selular]
Immunocal merupakan sumber konsentrat cysteine-senyawa yang dapat masuk kedalam sel di seluruh tubuh. Didalam sel, cysteine terurai menjadi dua molekul cysteine yang kemudian menjadi glutathion.

Proses Pembentukan Glutathion dalam sel :
Glutathion mencegah rantai DNA/RNA dari penguraian, bila ada radikal bebas. Maka ini diikat oleh glutathion. Radikal bebas dibuat tidak berdaya dan dikeluarkan dari tubuh
Glutathion bereaksi dengan zat-zat tubuh [racun] dan radikal bebas dalam plasma sel.

Mempunyai Fungsi yang Lengkap

Glutathion [Immunocal] mempunyai fungsi sebagai :

Anti Oksidan [Pemangsa Radikal Bebas]
Radikal bebas merupakan molekul/atom yang terjadi dalam sistem metabolik yang disebabkan oleh polusi, radiasi, asap rokok dan mobil, sel rusak, pencemaran, olah raga berat, dsb. Semua manusia dari janin sampai lanjut usia tidak dapat terhindar dari radikal bebas. Radikal bebas menyebabkan proses penuaan dan berbagai penyakit. Glutathion disebut sebagai master anti oksidan sel karena ia mengatur kerja anti oksidan lainnya. Sebagai contoh, ketika vitamin C dan E mengambil radikal bebas, mereka harus memberikannya kepada glutathion, untuk kemudian kembali mengambil yang lainnya. Glutathion menetralkan radikal bebas tersebut dan dibuang melalui urine.

Detoksifikasi
Glutathion menetralkan racun didalam tubuh. Racun yang masuk didalam tubuh seperti pestisida, pewarna makanan, dsb, diikat [konjugasi] atau diuraikan [Oksidasi] oleh glutathion dan kemudian dibuang melalui urine. Seperti kita ketahui bahwa "dapur" dari tubuh kita adalah hati. Glutathion terdapat paling banyak dalam sel-sel hati. Semua zat-zat yang diolah [metabolisme] oleh tubuh kita harus melalui hati. Sel-sel hati mempunyai tugas untuk mendetoksifikasi dan mengikatkan diri dengan zat-zat yang berbahaya bagi tubuh. Untuk melakukan semua itu, sel-sel hati membutuhkan glutathion.

Immunitas
Glutathion meningkatkan sistem kekebalan tubuh/daya tahan tubuh melalui dua cara selular dan humoral.

Selular : Yaitu dengan cara mempertahankan jumlah glutathion di dalam limfosit [sel darah putih]. T-cell mempunyai tugas penting mengenal antigen [bakteri, virus, toksin, radikal bebas, polusi] yang masuk dan memberi isyarat kepada sel-sel lain agar membunuhnya serta membentuk antibodi. Adanya serangan antigen menyebabkan jumlah glutathion berkurang sehingga kita perlu pasokan Immunocal.

Humoral : Setelah mendapat isyarat dari T-cell maka B-cell akan membentuk immunoglobulins sebagai antibodi sehingga kekebalan tubuh bekerja lebih efisien.

Regenerasi Sel
Terdapat hubungan antara jumlah Glutathion dengan peningkatan usia. Semakin lanjut usia seseorang, maka jumlah glutathion di dalam tubuhnya akan semakin menurun. Hal ini akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti daya tahan tubuh berkurang, kesehatan menjadi tidak optimal, dan timbul penyakit-penyakit degeneratif. Sel-sel yang terdapat dalam tubuh pun semakin banyak yang rusak dan tidak berfungsi dengan baik. Permasalahan ini dapat diatasi dengan mengkonsumsi Immunocal, karena Immunocal dapat mempercepat proses perbaikan sel-sel yang rusak dan mengganti sel yang sudah mati.

Tidak Ada Produk Sebanding Immunocal di Pasaran
Proses pembuatan Immunocal sudah dipatenkan di Kanada, USA, Australia, Arab Saudi, Korea, Jepang, Afrika Selatan dan dalam proses paten di seluruh dunia. Kerena itu tidak akan ada perusahaan lain yang dapat memproduksi produk yang sama dan mempunyai manfaat yang sebanding dengan Immunocal.

Glutathion [Immunocal] pada Lansia
Dalam ilmu pengetahuan telah dibuktikan bahwa dengan bertambahnya umur maka sistem kekebalan tubuh kurang bekerja dengan baik. Oleh karena itu mereka yang sudah lanjut usianya mudah terserang penyakit. Pada orang tua biasanya terdapat defisiensi dari glutathion yang terjadi didalam hampir semua jaringan tubuh. Penelitian telah menunjukkan bahwa orang lanjut usia dengan konsentrasi glutathion tinggi pada umumnya lebih sehat secara fisik, psikologik dan sosiologik. Dengan meminum Immunocal, penyakit-penyakit yang mengancam orang lanjut usia dapat dicegah dan kondisi kesehatan dapat diperbaiki dan ditingkatkan.

Akibat Turunnya Glutathion pada Lansia

Kesehatan optimal tidak tercapai
Daya tahan tubuh mengurang
Otot-otot kaku
Timbul penyakit degeneratif
Mudah terserang penyakit
Kulit keriput
Bercak-bercak penuaan

Kegunaan Immunocal bagi Penyakit dan Kesehatan

Immunocal bukan obat tetapi nutrisi tambahan. Perlu diperhatikan bahwa obat yang diberikan dokter tetap harus dikonsumsi. Uji klinis yang telah dilakukan menunjukkan bahwa Immunocal berguna untuk membantu meningkatkan kesehatan dari penderita Penyakit Kanker, Penyakit Liver [Hepatitis A, B, C, dan kanker hati] HIV/AIDS, Bronchitis Kronis, Asthma, Tukak Lambung/Maag, Stress, Katarak, Penyakit Infeksi, Psoriasis, Sindroma Kelelahan Kronis, penyakit karena usia tua [Jantung, Stroke, Alzheimer/Pikun, Parkinson, Reumatik, Diabetes Mellitus, Darah Tinggi, dan sebagainya] dan masih banyak berbagai penyakit lain yang masih dalam tahap uji klinis.

Manfaatkan kehandalan produk Immunocal untuk membantu Anda, saudara, teman atau kerabat Anda dalam menghadapi berbagai penyakit, baik kronis maupun tidak. Immunocal juga dapat dikonsumsi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh (immune system) untuk menghindarkan diri dari datangnya penyakit.

Baca juga profil produk Immunocal (bila Anda kurang yakin, bisa Anda konsultasikan dengan dokter/ahli medis), bagaimana produk ini bekerja untuk penderita HIV/AIDS, simak pula kesaksian orang-orang yang telah tertolong dengan Immunocal, self-quiz untuk memeriksa kesehatan Anda dan bagaimana peluang bisnis ini bekerja!

Immunocal telah diteliti lebih dari 20 tahun di negara Kanada, Amerika, Jerman, Jepang dan Arab Saudi, dan telah melalui uji klinis pada lembaga-lembaga ternama dunia serta diterbitkan dalam majalah kedokteran dan biologi internasional seperti Lancet, Anti Cancer Research, British Medical Journal dan European Journal of Clinical Pharmacology, dan sebagainya.

Karena mempunyai manfaat yang luar biasa, di Amerika Immunocal merupakan satu-satunya makanan kesehatan yang dimasukkan ke dalam buku US Physician's Desk Reference (PDR).
GLUTATHIONE - SUPERHERO-nya ANTIOXIDANT

Serta satu-satunya pula makanan kesehatan yang dimasukkan ke dalam buku The Pharmacist's Red Book edisi tahun 2000 (Buku yang memuat daftar semua jenis obat-obatan yang harus dikeluarkan dengan resep dokter).
GLUTATHIONE - SUPERHERO-nya ANTIOXIDANT

Sebagai bukti bahwa Immunocal merupakan produk dengan standar berkualitas, yakni dengan diperolehnya beberapa hak paten; 5 hak paten di Amerika Serikat, 2 hak paten di Australia, 1 hak paten di Kanada, (salah satunya adalah hak paten sebagai Anti Cancer Therapeutic), dan sedang dalam proses pendaftaran paten di manca negara.
GLUTATHIONE - SUPERHERO-nya ANTIOXIDANT

Immunocal merupakan produk Direct Selling pertama yang tergabung dalam program Reimbursment Coverage oleh Medicare/Medicaid. Perusahaan akan memberikan biaya pengganti kepada warga yang menggunakan Immunocal untuk kesehatannya. Luar biasa!
GLUTATHIONE - SUPERHERO-nya ANTIOXIDANT

Glutathion telah dimuat dan diulas dalam 21.000 artikel medis (tahun 1998) dan 41.000 artikel (tahun 2000). Di antaranya adalah Breaktrough in Cell Deffence, The GSH Phenomenon, The Super Antioxidant, Glutathion in the Nervous System, Nature's Goldmine, Glutathion Nature's Powerful Antioxidant, The Wellness Revolution, Cancer Therapy, Antioxidants against Cancer, The Role of Glutathione in Cell Defence, Glutathione The Ultimate Antioxidant, dll.
GLUTATHIONE - SUPERHERO-nya ANTIOXIDANT

Immunocal telah memperolah sertifikasi Halal dari Islamic Information of America atau The Islamic Food and Nutrition Council of America (IFANCA).
GLUTATHIONE - SUPERHERO-nya ANTIOXIDANT

profile picture
Loading...
dr4gon42
Loading...
UJI KLINIS IMMUNOCAL UNTUK HIV/AIDS

Canadian Trial Network meneliti efek Immunocal pada 14 anak penderita AIDS dan wasting syndrome [penyakit AIDS yang lanjut disertai gejala penurunan berat badan]. Hasilnya menunjukkan adanya kenaikan berat badan bagi anak penderita AIDS sampai 18% dari berat badan semula. Hasil lain, Efek dari Immunocal pada penderita HIV selama 3 bulan menunjukkan peningkatan berat badan mereka antara 2-7 kg.

Penelitian lain melaporkan dua kasus seorang ibu dan anak yang terkena HIV diberikan Immunocal [20g/2 sachet per hari] selama 7 bulan, menunjukkan hasil adanya penurunan terhadap Viral Load dari 140.000 copies m/l menjadi 5.000, DNA Bload Lymphocyte meningkat dari 2.5 k/c mm menjadi 3.33, Neutrophils dari 1.6 menjadi 3.65 dan CD4 dari 1.025 jadi 1.450.

Pada kasus satu keluarga ketika seorang ayah [46 th] pada April 1995 terdiagnosa positif HIV-1 yang tertular dari hubungan heterosex, setelah diberikan Immunocal 25 g perhari, 2 minggu kemudian pasien tsb merasa lebih baik dan dapat bekerja lagi seperti biasa. Begitu juga istrinya [35 th] yang positif HIV-1, telah minum obat AZT selama sebulan tapi malah muntah dan sakit kepala. Setelah minum Immunocal 20 g per hari, kekuatan dan energinya bertambah. Anaknya [2 th juga positif HIV-1, dengan Immunocal 10g per hari, ditemukan perbaikan dan peningkatan energi si anak. Tes darah menunjukkan peningkatan Viral Load, Lymphocyte [sel darah putih] dan CD4 Lymphocyte.

Kehandalan Immunocal melawan HIV ini diakui dunia, dengan bukti :
Hak patent dari United States Patent mengenai AIDS dalam Method of Treatment of HIV-Seropositive Individuals with Dietary Whey Protein pada tanggal 9 Oktober 1995 dengan nomor 5.456.924.
Hak patent dalam Undenatured Whey Protein Concentrate to Improve Active Systemic Humoral Immune Respone dengan nomor 5.230.902 pada tanggal 27 Juli1993.
Hak patent dari Australia nomor 8812-93 : Method of Treatment of HIV-seropositive Individuals with Dietary Whey Protein.
Diuji klinis lembaga ternama dunia dan diterbitkan majalah ilmiah kedokteran dan biologi internasional, antara lain : Lancet, Anti Cancer Research, British Medical Journal, dan European Jornal of Clinical Pharmacology.
Anda kini telah bertemu dengan produk kesehatan yang terbukti luar biasa!


IMMUNOCAL DAN KANKER
Dapatkah disembuhkan ?

KASUS :
Louisa (54 tahun) menderita sakit di bagian perutnya. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ternyata ia menderita kanker kandung telur. Sambil menanti jadwal operasinya, ia jatuh sakit, batuk yang berkepanjangan dan kelemahan fisik yang amat sangat. Ternyata kankernya telah menyebar ke paru-parunya. Ia memutuskan untuk tidak menjalani operasi untuk mengobati paru-parunya. Setelah diberitahu oleh temannya, ia mengkonsumsi Immunocal dan multivitamin setiap harinya. Ternyata setelah beberapa minggu, ia merasakan perubahan yang sangat besar, 4 bulan kemudian, setelah dirontsen, didapati bahwa tumor paru-parunya tidak membesar. 9 bulan kemudian pemeriksaan radiograf menunjukkan adanya pengecilan ukuran tumor. Sekarang Louisa dapat melanjutkan hidupnya dengan bahagia.

PEMBAHASAN :
Glutathione membuat sel normal maupun sel kanker menjadi lebih kuat atau lebih rentan terhadap kerusakan. Idealnya, kadar Glutathione tinggi didalam sel normal dan rendah didalam sel kanker, tetapi kenyataannya kadar Glutathione sangat tinggi di dalam sel kanker. Tingginya kadar Glutathione dalam sel kanker atau tumor menyebabkan sel tersebut terus membesar secara tak terkontrol dan kebal terhadap kemoterapi. Oleh sebab itu, kadar Glutathione di dalam sel kanker harus dikurangi.

Glutathione yang ditambahkan dari luar tidak berguna, karena akan rusak oleh sistem pencernaan kita. Yang harus ditambahkan dari luar adalah Precursor (biang) Glutathione (Immunocal). Precursor Glutathione akan diubah oleh sel menjadi Glutathione. Immunocal mengandung Precursor (biang) Glutathione.

Bila Precursor Glutathione ditambahkan dari luar melebihi batas, maka sel kanker itu akan menghentikan produksi Glutathione-nya, bahkan Glutathione-nya akan dibuah keluar sel kanker tersebut. Mengapa demikian ? Hal ini disebabkan sel kanker tidak mempunyai control atas dirinya. Proses ini disebut reaksi negative feedback inhibition. Akibatnya, sel-sel kanker tersebut akan kekurangan Glutathione dan rentan atau mudah dimatikan oleh kemoterapi. Sementara itu sel-sel normal akan mengubah Precursor Glutathione menjadi Glutathione, yang akan meningkatkan pertahanannya. Akhirnya penderita dapat disembuhkan dari kanker. Hal ini ditemukan oleh tim A. Russo pada awal tahun 1986 dan telah dipublikasikan dalam Jurnal Cencer Research.

(sumber Immuno News)

PENJELASAN dengan GAMBAR
GLUTATHIONE - SUPERHERO-nya ANTIOXIDANT

Penjelasan 1

Glutathione (GSH) dan Peranannya pada Diabetes Mellitus

Glutathione (GSH) didapatkan pertama kali pada tahun 1888 oleh ilmuwan De-Kay Pailhade. Mulai tahun 1980, peneliti-peneliti tentang GSH memperhatikan jika sel-sel tubuh kekurangan GSH, kemampuan daya detoksifikasi sel tersebut terhadap radikal bebas akan menurun, sehingga akan mempermudah terjadinya penyakit-penyakit degeneratif, seperti kanker, diabetes mellitus, stroke, dan lain sebagainya.

GSH adalah suatu tripeptide yang terdiri dari tiga (3) Asam Amino, yaitu Gamma Glutamic Acid, Cysteine dan Glycine. GSH secara alami sudah terdapat di dalam tubuh sejak lahir, yaitu di dalam dan di luar sel tubuh dan di seluruh organ tubuh. GSH disintesis di dalam sel dan memerlukan beberapa enzim spesifik dalam proses pembentukannya. Cystine adalah molekul yang dianggap penting dalam pembentukan GSH karena di dalamnya mengandung sulfur yang di dalam tubuh sering tidak mencukupi sehingga proses pembentukan GSH dapat menurun.
Fungsi Glutathione

Adapun fungsi GSH di dalam tubuh kita meliputi :

Meningkatkan kekebalan tubuh (Imunitas)
GSH berperan khusus dalam pembentukan limfosit, dimana diperlukan kadar GSH yg optimal.

Sebagai Antioksidan
Disebut juga “Master Antioksidan”, karena dapat mengikat radikal bebas yang berasal dari polusi udara, rokok, pestisida dan lain-lain. Juga GSH dapat mempertahankan antioksidan lainnya didalam tubuh seperti vitamin C dan E dalam bentuk aktif, sehingga dapat bekerja dengan optimal.

Sebagai Detoksifikasi
GSH dapat menetralisir zat-zat racun yang masuk kedalam tubuh, seperti dari makanan, sisa metabolisme obat, dll.


Glutathione (GSH) Pada Penyakit Diabetes Mellitus (DM)

Pada penderita DM sering didapati kecenderungan mengalami stress oksidatif yang menyebabkan pembentukan radikal bebas di dalam tubuh. Kadar gula darah yang tinggi di dalam tubuh (hiperglikemia) akan meningkatkan jumlah radikal bebas yang terbentuk di dalam tubuh. Glutathione akan mengurangi efek radikal bebas yang bisa menyerang jaringan tubuh yang sehat.

Fungsi Glutathione di dalam tubuh penderita Diabetes Melitus adalah meningkatkan system imun sehingga kekebalan tubuh meningkat serta untuk mencegah terjadinya komplikasi penyakit yang sering menyertai penderita Diabetes Melitus. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk melihat hubungan antara Glutathione dengan Diabetes Mellitus, diantaranya :
Penelitian Bravenboer, dkk tahun 1991 pada tikus diabetes menunjukkan peningkatan kadar GSH dalam darah mencegah terjadinya diabetic neuropati.
Penelitian yang dilakukan Yoshida, Thornalley, dkk tahun 1994 memperlihatkan rendahnya kadar GSH akan menyebabkan peningkatan kerusakan sel endotel pembuluh darah, aggregasi trombosit dan kejadian komplikasi diabetes.
Penelitian Rabbani, dkk tahun 1995 juga menunjukkan pada penderita diabetes mellitus kadar glutathione peroxidase rendah.
Jean Carper menyetakan bahwa agar tubuh tetap sehat. Kadar glutathione di dalam tubuh harus dipertahankan agar tetap optimal.

Sumber-sumber peningkatan GSH :

Pemberian GSH langsung kedalam tubuh tidak efektif oleh karena dalam perjalanannya akan dirusak oleh asam lambung. Preparat injeksi GSH juga tidak efektif oleh karena mempunyai waktu paruh yang sangat singkat didalam tubuh (hanya 2,5 menit)

Pembuatan precursor (zat pembangun) GSH juga telah dikembangkan dalam berbagai bentuk. Dalam bentuk obat-obatan telah ada obat NAC (N-Acetyl Cysteine), SAM (S-Adenosyl Methionine), OTC (Ornithine Decarboxylase Procysteine) dan OTZ (Oxothiazolidine Carboxylat). Obat-obatan ini mempunyai kendala dalam penggunaanya, yaitu mempunyai efek samping (bersin, mual, diare, mulut kering, dll), cepat rusak oleh penguraian asam lambung dan bila digunakan dalam jangka panjang akan menimbulkan efek toksik.

Bentuk lain precursor GSH yang telah tersedia adalah dalam bentuk produk alami yang dibuat dari susu sapi segar yaitu Whey Protein Concentrate (Immunocal).

Whey Protein Concentrate (Immunocal)

Immunocal adalah suatu Isolate Protein Serum Susu (Milk Serum Protein Isolate), yang membantu tubuh untuk mempertahankan konsentrasi GSH di dalam tubuh. Immunocal kaya akan kandungan cystine (bukan cysteine), aman, stabil, dan tidak mudah rusak oleh penguraian asam lambung, serta dapat menembus dinding sel. Didalam sel cystine baru akan berubah menjadi cysteine, yang kemudian bergabung dengan glutamate dan glysin menjadi Glutathione.
GLUTATHIONE - SUPERHERO-nya ANTIOXIDANT

Immunocal terbuat dari bahan alami, berbeda dengan obat-obatan yang terbuat dari bahan kimia, Immunocal dapat dikonsumsi secara lebih bebas karena tidak mempunyai efek samping dan efek peningkatan dosis. Immunocal juga dapat digunakan pada penderita penyakit Kanker, HIV/AIDS, Bronkitis, Asthma, Alergi, Hipertensi, Stroke, Alzheimer, Penyakit Jantung Koroner, Parkinson, dan Katarak. (dr.Tannov, dr Laurentia)

Immunocal terbuat dari bahan alami, berbeda dengan obat-obatan yang terbuat dari bahan kimia, Immunocal dapat dikonsumsi secara lebih bebas karena tidak mempunyai efek samping dan efek peningkatan dosis. Immunocal juga dapat digunakan pada penderita penyakit Kanker, HIV/AIDS, Bronkitis, Asthma, Alergi, Hipertensi, Stroke, Alzheimer, Penyakit Jantung Koroner, Parkinson, dan Katarak. (dr.Tannov, dr Laurentia)
profile picture
Loading...
dr4gon42
Loading...
Penjelasan 2

IMMUNOCAL dan Diabetes Melitus

Pembahasan

Pengertian.
Diabetes Mellitus adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh gangguan insulin, sehingga mempengaruhi metabolisme gula di dalam tubuh. Ditandai dengan adanya peningkatan kadar gula di dalam darah. Kadar gula darah puasa > 140 mg/dl dan kadar gula darah 2 jam sesuah makan > 200 mg/dl

Gejala Klinis
Keluhan yang paling sering dialami penderita adalah kesemutan, cepat lelah, luka sulit sembuh, sering lapar, sering buang air kecil, sering haus. Komplikasi pada diabetes pada dasarnya disebabkan oleh 2 hal. Pertama, menurunnya kemampuan untuk melawan infeksi. Kedua, terjadinya kerusakan pada pembuluh darah besar dan kecil. Keadaan inilah yang akan menimbulkan berbagai masalah pada mata, otot, ginjal dan kandung kemih.

Proses Terjadinya Diabetes
Diabetes disebabkan karena kerusakan sel-sel pancreas sehingga produksi horman insulin menurun, jumlah dan kualitasnya. Kerusakan sel pancreas sendiri diakibatkan oleh oksidasi radikal bebas yang jumlahnya melimpah dan dipercepat peningkatannya, sedangkan jumlah antioksidan tidak mencukupi untuk melawannya.

Kualitas insulin yang menurun berakibat gula darah tidak dapat segera diubah menjadi glikogen di liver dan otot sehingga kadar gula meningkat di dalam darah. Untuk mengatasi hal tersebut, sel-sel pancreas meningkatkan produksi insulinnya namun dengan kualitas yang rendah. Keadaan insulin yang berlebihan ini disebut HIPERINSULIN.

Kondisi ini akan menyebabkan kerusakan sel-sel endotel pembuluh darah. Kerusakan endotel pembuluh darah akan mendorong pembentukan gumpalan-gumpalan darah yang menempel pada dinding pembuluh darah. Semakin lama, gumpalan ini akan semakin menebal, sehingga mengakibatkan pembuluh darah menyempit dan kaku. Kondisi ini dapat mengakibatkan stroke dan kerusakan syaraf.

Dari proses tersebut, disimpulkan bahwa untuk mengatasi diabetes dibutuhkan insulin dengan kuantitas yang baik dan seimbang. Selama ini penderita hanya mengkonsumsi obat-obatan yang bersifat memacu pancreas untuk memproduksi insulin dari segi kuantitas saja. Dengan cara tersebut gula darah dapat diturunkan tatapi penyempitan pembuluh darah semakin lama semakin parah.
GLUTATHIONE - SUPERHERO-nya ANTIOXIDANT

Dan ternyata, berdasarkan penelitian para ahli, terdapat hubungan yang erat antara rendahnya kadar Glutathione dengan :
Peningkatan pengendapan gumpalan-gumpalan pencetus arterosklerosis.
Tingginya kerusakan sel penderita diabetes
Timbulnya berbagai komplikasi pada penderita diabetes.
Ketidakteraturan sekresi (pengeluaran) insulin dari penderita diabetes yang tak terkontrol.

Cara kerja Immunocal (Precursor Glutathione) dalam membantu perbaikan diabetes.
Immunocal mengikat zat-zat racun pemacu kerja pancreas dan membuangnya bersama urine.
Immunocal mensuplay antioksidan dan mengefektifkan antioksidan lainnya untuk mencegah radikal bebas yang dapat merusak sel-sel pancreas dan sel-sel organ lainnya.
Immunocal sebagai asam amino essensial berfungsi untuk :
Mempercepat regenerasi sel-sel pancreas sebagai pabrik dari hormone insulin akibat hiperinsulin.
Membantu pembentukan hormone insulin, sehingga kualitas dan kuantitas hormone insulin kembali normal, dan tidak menimbulkan kerusakan lebih jauh
Mempercepat regenerasi sel-sel organ lainnya yang rusak akibat hiperinsulin.
Immunocal dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk mencegah dan melawan infeksi pada penderita diabetes.
Immunocal dapat meningkatkan kadar Glutathione untuk mengurangi pengendapan platelet, yang dapat mencegah arterosklerosis
Immunocal juga meningkatkan kadar Glutathione yang berakibat mencegah komplikasi :
Arterosklerosis (termasuk serangan jantung dan stroke akibat Diabetes
Nephropathy (kerusakan ginjal)
Retinopathy (kerusakan retina)
Neuripathy (kerusakan system saraf)

(Sumber Immuno News)


IMMUNOCAL DAN HEPATITIS C
Hepatitis C adalah penyakit hati, disebabkan oleh virus HCV
Penularannya melalui darah atau cairan tubuh
Tanda-tanda :
Banyak yang tidak merasakan apa-apa, merasa sehat bertahun-tahun.
Yang lain merasa cepat capek, sakit di persendian, tidak ada nafsu makan
Sebagian, mata dan kulit berwarna kekuningan.
20 dari 100 orang yang menderita hepatitis akan menderita serosis, sebagian dari mereka akan menjadi kanker hati.
Di Amerika :
Kematian : 100.000 orang per tahun
4 juta orang menderita hepatitis C
80% menderita kronis, 20% serosis, 5% akan menjadi kanker hati

Fungsi dan peranan Immunocal untuk penderita Hepatitis C dapat meningkatkan kadar Glutathione tubuh. Glutathione paling banyak terdapat pada liver (7,3 MicroMol/gram). Ini karena fungsi hati sebagai tempat detoksifikasi. Immunocal efektif dalam memperbaiki fungsi liver dan menaikkan fungsi immune pada pasien Hepatitis.


IMMUNOCAL dan KESUBURAN

Para ahli dari Univ Bristol menunjukkan adanya suatu enzim protein pemicu reaksi yg melindungi sperma dari serangan molekul-molekul reaktif. Enzim itu dikenal dg nama Glutathione Peroxidase 5 (GPX 5). Rendahnya konsentrasi GPX5 bisa mengindikasikan ketidaksuburan


IMMUNOCAL VS PIL / SUNTIK GLUTATHIONE

Glutathione dibuat di dalam sel (intraselluler) melalui cystein. Cystein bisa masuk ke dalam sel karena molekulnya kecil. Barulah setelah didalam sel, cystein bergabung dengan glutamate dan glycine membentuk glutathione.

Pil / suntikan glutathion mempunyai molekul yg besar sehingga tidak masuk kedalam sel. Glutathione ini hanya akan bertahan beberapa jam saja didalam tubuh


IMMUNOCAL VS COLOSTRUM

Colostrum adalah susu pertama saat sapi melahirkan. Colostrum tidak mengandung cystine. Colostrum mengandung immunoglobulin dan sedikit laktoferin. Colostrum sapi baik untuk anak sapi tetapi belum ada penelitian bahwa colostrum sapi baik untuk anak manusia.

Immunocal adalah cystine yang merupakan precursor untuk membentuk glutathion. Glutathion sudah terbukti meningkatkan immune system dalam tubuh manusia

Aturan Pakai :

Simpanlah Immunocal pada tempat yang sejuk dan kering
Perlu diingat untuk mencegah agar WHEY tidak terurai sehingga manfaatnya jadi berkurang maka :
Jangan melarutkan Immunocal pada air panas atau terlalu dingin
Jangan membiarkan Immunocal dalam larutan lebih dari 1 jam
Jangan mencampur Immunocal dalam blender
Campurkan 1 sachet Immunocal dengan 150-200 ml air masak ke dalam gelas atau tempat yang ada tutupnya. Kocoklah gelas tersebut (2-3 menit). Biarkan beberapa saat supaya buih/busa yang timbul menjadi berkurang. Immunocal siap untuk diminum.
Jika Anda merasa kurang nyaman dengan busanya, biarkan busa mengendap terlebih dahulu atau pindahkan larutannya ke dalam gelas lain.
Buih yang tersisa dapat digunakan sebagai masker-Cysteine yang terkandung dalam Immunocal mempunyai andil 25% dalam pembentukan Collagen. Dapat juga dioleskan pada luka untuk mempercepat penyembuhannya, terutama pada penderita diabetes.
Begitu sachet Immunocal telah terbuka, maka dalam 1 jam harus sudah dikonsumsi.
Immunocal bekerja optimal saat tubuh dalam keadaan rest. Karena itu sebaiknya dikonsumsi tepat menjelang tidur.

SARAN PENGGUNAAN IMMUNOCAL

PETUNJUK UMUM DALAM MENGKONSUMSI IMMUNOCAL

Sebaiknya diminum tepat sebelum tidur malam. Sebab Immunocal bekerja paling optimal saat kondisi badan sedang istirahat. Malam hari minimal 2 jam sesudah makan. Atau jika diminum pagi hari, minimal 1 jam sebelum makan.
Jika sachet sudah dibuka, harus segera dikonsumsi dalam waktu 1 jam. Jika Immunocal sudah dilarutkan dalam air, harus segera dikonsumsi dalam waktu setengah jam. Kalau terlalu lama, kandungan protein di dalamnya bisa terurai.
Dikocok (bukan diaduk atau diblender) menggunakan air biasa (aqua), jangan memakai air es (dingin) atau air panas. Immunocal mengandung komponen protein yang thermolabil artinya bisa terurai (rusak) oleh perubahan suhu. Jangan simpan Immunocal di dalam kulkas apalagi freezer.
Jangan hentikan obat dari dokter. Immunocal bukan obat, tetapi nutrisi tambahan. Immunocal bukan menyembuhkan, tetapi membantu dalam proses penyembuhan.

UNTUK ORANG SAKIT, IMMUNOCAL BERFUNGSI SEBAGAI THERAPEUTIC

Immunocal dapat digunakan untuk orang sakit maupun sehat. Untuk penderita penyakit, acuan terapi standar yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

Terapi Immunocal untuk Segala Penyakit (Selain Kanker)
Konsumsi Immunocal 1 sachet per hari selama 5 hari pertama berturut-turut. Kemudian lakukan check up ke dokter/laboratorium medis untuk mengetahui perkembangan/hasilnya Jika ada tanda membaik, dilanjutkan konsumsi Immunocal 1 sachet per minggu.

Terapi Immunocal untuk Penyakit KANKER
Dua kali lipat daripada penyakit lainnya. Konsumsi Immunocal 2 sachet per hari selama 5 hari pertama berturut-turut. Kemudian lakukan check up ke dokter/laboratorium medis untuk mengetahui perkembangan/hasilnya. Jika ada tanda membaik, dilanjutkan konsumsi Immunocal 2 sache per minggu.

Terapi Immunocal untuk Penyakit KANKER PARU
Para dokter mengatakan, ini kanker yg paling sulit. Oleh karena itu diperlukan terapi dua kali lipat daripada kanker lainnya. Konsumsi Immunocal 4 sachet per hari selama 5 hari pertama berturut-turut. Kemudian lakukan check up ke dokter/laboratorium medis untuk mengetahui perkembangan/hasilnya. Jika ada tanda membaik, dilanjutkan konsumsi Immunocal 4 sachet per minggu.

Setiap penyakit dan setiap orang berbeda hasil dan waktu yang dibutuhkan. Ada yang bisa sembuh dengan 4 box, ada yang perlu 6 box, bahkan bisa sampai 4 bulan! Lihat kesaksian Asiana.

UNTUK ORANG SEHAT, IMMUNOCAL BERPERAN SEBAGAI PENJAGA KESEHATAN

Di negara asalnya, Immunocal direkomendasikan oleh para ahli medis sebagai pengganti immunisasi pada orang dewasa. Masa hidup Immunocal di dalam tubuh sama dengan masa hidup sel darah merah, yaitu 120 hari. Maka untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan bagi manusia SEHAT usia 0 s.d. 30 tahun, MINIMAL meminum 1 sachet untuk 4 bulan (120 hari). Bukan 1 sachet per hari!!! Artinya, 1 sachet Immunocal sudah cukup untuk menjaga kesehatan, membersihkan tubuh dari zat berbahaya/racun, meningkatkan sistem kekebalan tubuh selama 120 hari.

Untuk manusia SEHAT usia 31-50 tahun, MINIMAL konsumsi Immunocal 1 sachet per bulan. Perbedaan ini karena sistem immune manusia mengalami penurunan seiring peningkatan usia. Makin tua, makin lapuk.... Maka, atasi segera dengan Immunocal!

Untuk manusia SEHAT usia di atas 50 tahun, MINIMAL konsumsi Immunocal 1 sachet per 15 hari.

Harga Rp. 650.000 (20 sachet) - Langsung menjadi member
Promo Paket Mini : Rp. 150.000 dapat 3 sachet IMMUNOCAL + Bonus Rekrut Rp. 50.000 (Promo ini hanya sampai tgl 15 September 2013)

Hubungi saya apabila membutuhkan penjelasan lebih lanjut : Stanly - 0818950921 / bb pin : 215FE6D7 atau langsung kirimkan pesan melalui posting ini.

Silahkan mengkilik salah satu dari link dibawah ini untuk melihat penjelasan mengenai IMMUNOCAL dan GLUTAHIONE
http://app.s2.talkfusion.com/fusion2...1Mw==_32014469

http://viewtrakr.com/trakrnet/viewvi...9bfe393dc674ed
profile picture
Loading...
dr4gon42
Loading...
Informasi mengapa badan kita memerlukan Glutathione Immunocal. Terbukti secara medis.
Mark Hyman, MD
Mark Hyman, MDPracticing physician
GET UPDATES FROM MARK HYMAN, MD

Like
4.7k
Glutathione: The Mother of All Antioxidants
Posted: 04/10/10 10:49 AM ET
React
Amazing
Inspiring
Funny
Scary
Hot
Crazy
Important
Weird
Follow
Energy , Health , Wellness , Chronic Disease , Mark Hyman MD , Antioxidants , Chronic Illness , Detox , Detoxification , Glutathione , Oxidative Stress , Toxins , Ultrawellness , Healthy Living News
SHARE THIS STORY


2,362
0
1,990

Get Healthy Living Alerts
Sign Up
Submit this story
It's the most important molecule you need to stay healthy and prevent disease -- yet you've probably never heard of it. It's the secret to prevent aging, cancer, heart disease, dementia and more, and necessary to treat everything from autism to Alzheimer's disease. There are more than 89,000 medical articles about it -- but your doctor doesn't know how address the epidemic deficiency of this critical life-giving molecule ...

What is it? I'm talking about the mother of all antioxidants, the master detoxifier and maestro of the immune system: GLUTATHIONE (pronounced "gloota-thigh-own").

The good news is that your body produces its own glutathione. The bad news is that poor diet, pollution, toxins, medications, stress, trauma, aging, infections and radiation all deplete your glutathione.

This leaves you susceptible to unrestrained cell disintegration from oxidative stress, free radicals, infections and cancer. And your liver gets overloaded and damaged, making it unable to do its job of detoxification.

In treating chronically ill patients with Functional Medicine for more than 10 years, I have discovered that glutathione deficiency is found in nearly all very ill patients. These include people with chronic fatigue syndrome, heart disease, cancer, chronic infections, autoimmune disease, diabetes, autism, Alzheimer's disease, Parkinson's disease, arthritis, asthma, kidney problems, liver disease and more.

At first I thought that this was just a coincidental finding, but over the years I have come to realize that our ability to produce and maintain a high level of glutathione is critical to recovery from nearly all chronic illness -- and to preventing disease and maintaining optimal health and performance. The authors of those 76,000 medical articles on glutathione I mentioned earlier have found the same thing!

So in today's blog I want to explain what glutathione is, why it's important and give you 9 tips that will help you optimize your glutathione levels, improve your detoxification system and protect help yourself from chronic illness.

What is Glutathione?

Glutathione is a very simple molecule that is produced naturally all the time in your body. It is a combination of three simple building blocks of protein or amino acids -- cysteine, glycine and glutamine.

The secret of its power is the sulfur (SH) chemical groups it contains. Sulfur is a sticky, smelly molecule. It acts like fly paper and all the bad things in the body stick onto it, including free radicals and toxins like mercury and other heavy metals.

Normally glutathione is recycled in the body -- except when the toxic load becomes too great. And that explains why we are in such trouble ...

In my practice, I test the genes involved in glutathione metabolism. These are the genes involved in producing enzymes that allow the body to create and recycle glutathione in the body. These genes have many names, such as GSTM1, GSTP1 and more.

These genes impaired in some people for a variety of important reasons. We humans evolved in a time before the 80,000 toxic industrial chemicals found in our environment today were introduced into our world, before electromagnetic radiation was everywhere and before we polluted our skies, lakes, rivers, oceans and teeth with mercury and lead.

That is why most people survived with the basic version of the genetic detoxification software encoded in our DNA, which is mediocre at ridding the body of toxins. At the time humans evolved we just didn't need more. Who knew we would be poisoning ourselves and eating a processed, nutrient-depleted diet thousands of years later?

Because most of us didn't require additional detoxification software, almost of half of the population now has a limited capacity to get rid of toxins. These people are missing GSTM1 function -- one of the most important genes needed in the process of creating and recycling glutathione in the body.

Nearly all my very sick patients are missing this function. The one-third of our population that suffers from chronic disease is missing this essential gene. That includes me. Twenty years ago I became mercury poisoned and suffered from chronic fatigue syndrome due to this very problem. My GSTM1 function was inadequate and I didn't produce enough glutathione as a result. Eventually, my body broke down and I became extremely ill ...

This is the same problem I see in so many of my patients. They are missing this critical gene and they descend into disease as a result. Let me explain how this happens ...

The Importance of Glutathione in Protecting Against Chronic Illness

Glutathione is critical for one simple reason: It recycles antioxidants. You see, dealing with free radicals is like handing off a hot potato. They get passed around from vitamin C to vitamin E to lipoic acid and then finally to glutathione which cools off the free radicals and recycles other antioxidants. After this happens, the body can "reduce" or regenerate another protective glutathione molecule and we are back in business.

However, problems occur when we are overwhelmed with too much oxidative stress or too many toxins. Then the glutathione becomes depleted and we can no longer protect ourselves against free radicals, infections, or cancer and we can't get rid of toxins. This leads to further sickness and soon we are in the downward spiral of chronic illness.

But that's not all. Glutathione is also critical in helping your immune system do its job of fighting infections and preventing cancer. That's why studies show that it can help in the treatment of AIDS.(i)

Glutathione is also the most critical and integral part of your detoxification system. All the toxins stick onto glutathione, which then carries them into the bile and the stool -- and out of your body.

And lastly, it also helps us reach peak mental and physical function. Research has shown that raised glutathione levels decrease muscle damage, reduce recovery time, increase strength and endurance and shift metabolism from fat production to muscle development.

If you are sick or old or are just not in peak shape, you likely have glutathione deficiency.
In fact, the top British medical journal, the Lancet, found the highest glutathione levels in healthy young people, lower levels in healthy elderly, lower still in sick elderly and the lowest of all in the hospitalized elderly. (ii)

Keeping yourself healthy, boosting your performance, preventing disease and aging well depends on keeping your glutathione levels high. I'll say it again ... Glutathione is so important because it is responsible for keeping so many of the keys to UltraWellness optimized.

It is critical for immune function and controlling inflammation. It is the master detoxifier and the body's main antioxidant, protecting our cells and making our energy metabolism run well.

And the good news is that you can do many things to increase this natural and critical molecule in your body. You can eat glutathione-boosting foods. You can exercise. And you can take glutathione-boosting supplements. Let's review more specifics about each.

9 Tips to Optimize your Glutathione Levels

These 9 tips will help you improve your glutathione levels, improve your health, optimize your performance and live a long, healthy life.

Eat Foods that Support Glutathione Production

1. Consume sulfur-rich foods. The main ones in the diet are garlic, onions and the cruciferous vegetables (broccoli, kale, collards, cabbage, cauliflower, watercress, etc.).

2. Try bioactive whey protein. This is great source of cysteine and the amino acid building blocks for glutathione synthesis. As you know, I am not a big fan of dairy. But this is an exception -- with a few warnings. The whey protein MUST be bioactive and made from non-denatured proteins ("denaturing" refers to the breakdown of the normal protein structure). Choose non-pasteurized and non-industrially produced milk that contains no pesticides, hormones, or antibiotics. Immunocal is a prescription bioactive non-denatured whey protein that is even listed in the Physician's Desk Reference.

Exercise for Your Way to More Glutathione

3. Exercise boosts your glutathione levels and thereby helps boost your immune system, improve detoxification and enhance your body's own antioxidant defenses. Start slow and build up to 30 minutes a day of vigorous aerobic exercise like walking or jogging, or play various sports. Strength training for 20 minutes 3 times a week is also helpful.

Take Glutathione Supporting Supplements

One would think it would be easy just to take glutathione as a pill, but the body digests protein -- so you wouldn't get the benefits if you did it this way. However, the production and recycling of glutathione in the body requires many different nutrients and you CAN take these. Here are the main supplements that need to be taken consistently to boost glutathione. Besides taking a multivitamin and fish oil, supporting my glutathione levels with these supplements is the most important thing I do every day for my personal health.

4. N-acetyl-cysteine. This has been used for years to help treat asthma and lung disease and to treat people with life-threatening liver failure from Tylenol overdose. In fact, I first learned about it in medical school while working in the emergency room. It is even given to prevent kidney damage from dyes used during x-ray studies.

5. Alpha lipoic acid. This is a close second to glutathione in importance in our cells and is involved in energy production, blood sugar control, brain health and detoxification. The body usually makes it, but given all the stresses we are under, we often become depleted.

6. Methylation nutrients (folate and vitamins B6 and B12). These are perhaps the most critical to keep the body producing glutathione. Methylation and the production and recycling of glutathione are the two most important biochemical functions in your body. Take folate (especially in the active form of 5 methyltetrahydrofolate), B6 (in active form of P5P) and B12 (in the active form of methylcobalamin).

7. Selenium. This important mineral helps the body recycle and produce more glutathione.

8. A family of antioxidants including vitamins C and E (in the form of mixed tocopherols), work together to recycle glutathione.

9. Milk thistle (silymarin) has long been used in liver disease and helps boost glutathione levels.

So use these nine tips and see how they work to help you optimzie your glutathione levels. When you do, you will take one more step to lifelong vibrant health.

Now I'd like to hear from you...

Had you ever heard of this important nutrient before?

Have you tried any of the advice in this article?

What effects have you noticed on your health?

Please leave your thoughts by adding a comment below.

To your good health,

Mark Hyman, M.D.

References

(i) De Rosa SC, Zaretsky MD, Dubs JG, Roederer M, Anderson M, Green A, Mitra D, Watanabe N, Nakamura H, Tjioe I, Deresinski SC, Moore WA, Ela SW, Parks D, Herzenberg LA, Herzenberg LA. N-acetylcysteine replenishes glutathione in HIV infection. Eur J Clin Invest. 2000 Oct;30(10):915-29

(ii) Nuttall S, Martin U, Sinclair A, Kendall M. 1998. Glutathione: in sickness and in health. The Lancet 351(9103):645-646

Mark Hyman, M.D. practicing physician and founder of The UltraWellness Center is a pioneer in functional medicine. Dr. Hyman is now sharing the 7 ways to tap into your body's natural ability to heal itself. You can follow him on Twitter, connect with him on LinkedIn, watch his videos on Youtube and become a fan on Facebook.


(Sumber: http://www.huffingtonpost.com/dr-mar..._b_530494.html)

Hubungi saya untuk info lebih lanjut 081895021
profile picture
Loading...
dr4gon42
Loading...
Informasi lain mengenai Fungsi Glutathione Immunocal :
Glutathione: The Great Protector

Find out why this little-known antioxidant is key to fighting toxicity and premature aging – and warding off chronic disease.

Apr11_Nut1.jpg
EXPERIENCELIFE.COM
411
By Catherine Guthrie / April 2011
If biochemistry were the stuff of comic books, antioxidants would be the superheroes — with glutathione (gloota-thigh-own) being no less than a cross between Superman and Underdog. As the most powerful antioxidant in the body, glutathione works around the clock to fend off nefarious characters. And yet, few people recognize its importance.

Glutathione is likely to get more attention in the near future, as experts begin to connect the dots between depleted stores of the antioxidant and the likelihood of chronic disease. “If you haven’t heard of glutathione yet, you will,” says Mark Hyman, MD, founder of The UltraWellness Center in Lenox, Mass., and a pioneer in the field of functional medicine. “In terms of staying healthy, it is one of the most important molecules in the body

Glutathione is a triple threat to toxins. It neutralizes free radicals, enhances the immune system and detoxifies the liver. But some worry that it has met its match. The trappings of modern life — everything from refined foods to over-the-counter painkillers to stress — rob the body of this vital antioxidant. And, even if you’re doing everything right, aging takes a bite. Around age 45, our glutathione levels start to slip. Ultimately, those levels can dip as much as 50 percent below optimal as we age.

Some scientists are now wondering if low glutathione levels aren’t partly to blame for the free-radical-induced illnesses so common in middle age and later, such as Alzheimer’s, cancer and heart disease. Indeed, research published in the New England Journal of Medicine found that, among people with heart disease, those with the least amount of glutathione in their blood were 30 percent more likely to have a heart attack than those with the most glutathione.

Hyman didn’t understand the full ramifications of a glutathione deficiency until his own health was in peril. In the mid-1990s, he was besieged by muscle pain, brain fog and “bone-numbing” exhaustion. “I went from feeling really healthy one day to really sick the next,” he says.

After months of medical sleuthing, he discovered he had mercury poisoning — probably due to eating contaminated fish and breathing tainted air while working in China. He suspects that the burden of detoxifying the mercury depleted his glutathione levels, leading his body to break down under the strain. “As you detoxify, your body uses up more and more of your glutathione stores until it’s gone,” he says. “That’s when you end up with toxic overload.”

In exploring what went wrong, Hyman discovered he lacked a gene, called GSTM1, crucial to making and recycling glutathione. He estimates that roughly half of Americans are missing one or more of the genes necessary to produce enough of the antioxidant. The percentage climbs even higher among his critically ill patients, the vast majority of whom have rock-bottom glutathione levels. “At first I thought it was just a coincidence,” he says, “but I’ve come to realize that making and keeping a high level of glutathione is critical to preventing disease.”

Gloota-what?
Found in every cell in the body, glutathione protects the cell’s engine, called the mitochondria, from bacteria and viruses as well as toxins. It’s considered “the mother of all antioxidants,” as Hyman calls it, because all other antioxidants, including vitamin C and vitamin E, rely on it to give them a second life.

The average antioxidant has a short life span, sacrificing itself whenever it wipes out a free radical. But glutathione carries enough extra zip to not only bring spent antioxidants back from the dead but also to recharge itself, explains Leslie Fuller, ND, an educator at the National College of Natural Medicine and practitioner at the Nature Cures Clinic, both in Portland, Ore.

Most glutathione is made inside the body from three amino acids: glutamic acid, cysteine and glycine. In addition, some foods, particularly asparagus, spinach, avocado and squash, are high in a plant version of glutathione that the body converts to replenish its supply.

Under healthy conditions, and in a healthy environment, our bodies would be able to churn out plenty of glutathione to meet our daily needs. But cigarettes, alcohol, caffeine, processed foods and certain medications deplete the body’s stash. So does stress. And as Hyman discovered, toxic surroundings may pose an even bigger threat to our body’s glutathione supply.

Radical Riff-Raff
To fully appreciate glutathione, it helps to know a little more about its nemesis: free radicals. Free radicals are unstable oxygen molecules created by our metabolism. The instability stems from a missing electron. In a mad attempt to find balance, the misfit molecules rip electrons from their neighbors. As a result, those molecules also turn into free radicals. This damage can eventually snowball and disrupt a cell’s integrity, causing it to behave abnormally.

“Almost every chronic illness known to humankind has been linked in some measure to free-radical-induced tissue damage,” says Lise Alschuler, ND, FABNO, coauthor of The Definitive Guide to Cancer: An Integrative Approach to Prevention, Treatment, and Healing, Third Edition (Celestial Arts, 2010).

That’s not to say the goal is zero emissions. Indeed, some free-radical damage is natural. Every breath inhaled, every calorie burned, every muscle contracted leaves a wisp of free radicals in its wake. “Even if we lived in a pristine environment, our bodies would make free radicals,” says Alschuler. And, as she explains, some free-radical damage is a good thing because a damaged cell is triggered to be either repaired or destroyed. By sparking either a renovation or a demolition, free-radical damage gets the body’s attention, and, if the body is healthy enough and the free-radical damage is not overly extensive, free radicals may play a role in preventing diseases like heart disease and cancer.

Unfortunately, our bodies must contend with an ever-growing onslaught of free radicals in the environment. Free radicals hitchhike into the body on the backs of chemicals in the air, the water supply and the food chain. The cumulative load is called oxidative stress. Corrosion caused by oxidative stress (or oxidation) inside the body is often compared to the slow rusting of metal when it’s exposed to the elements.

Protecting cells from oxidation is where antioxidants, particularly glutathione, come into play. All antioxidants retard oxidative stress, but because glutathione recharges its allies, it plays a particularly important role in helping the body keep up with our accelerated modern-day demands.

“We are in a situation where our manufacturing and our recycling of glutathione is maxed out,” says David Perlmutter, MD, FACN, ABIHM, author of Power Up Your Brain: The Neuroscience of Enlightenment (Hay House, 2011). “We just can’t detoxify fast enough.”

Cleanup Crew
Found throughout the body, glutathione is concentrated in the liver. The body’s primary detox organ, the liver is charged with giving nutrients the nod to be absorbed and giving toxins the boot. But expelling a toxin isn’t easy. In phase one, liver enzymes must convert the toxin into a compound that can be flushed. In phase two, glutathione is used to grab hold of the toxin and escort it out of the body via urine or bile. If there isn’t enough glutathione on hand, the toxins stack up like so many cars in a traffic jam.

Glutathione owes much of its detoxifying prowess to cysteine. A sulfur-rich amino acid, cysteine is abundant in eggs, garlic and whey protein. “Sulfur is a sticky, smelly molecule that acts like flypaper trapping toxins in the body,” explains Hyman. This is why vegetables high in sulfur, including garlic and onions, have been at the heart of detoxification diets for years.

Another plant substance, called cyanohydroxybutene (found in broccoli, cauliflower and cabbage) helps restock the body’s glutathione supply. “We’ve always been taught that broccoli and other cruciferous veggies are important to the detox protocol, but we didn’t fully understand why,” says Perlmutter. “Now we know that it’s because they enhance glutathione production.”

Green tea, fish oil and resveratrol also house substances that switch on genes responsible for making glutathione, Perlmutter notes. Aerobic exercise and yoga are thought to goose glutathione levels as well.

Although glutathione doesn’t come in a simple pill form, Perlmutter says, “You can take and do things that turn on your body’s genes to make more glutathione, and that’s pretty powerful stuff. You are modifying your own genetic expression.”

Logically, if more glutathione means better detoxification, people with the highest levels of the stuff should live the longest. That was the theory that drove Danish researchers to enroll 41 centenarians in a study of glutathione levels. Their results, published in the journal Age and Ageing, found that glutathione levels were highest in the healthiest seniors. Additionally, they discovered that the centenarians had higher levels of glutathione than people 20 to 40 years younger, hinting that glutathione may be one reason why their subjects had lived to such a ripe age.

Need More? Make More
Recognizing when the body is running low on glutathione takes some detective work. Because it oxidizes quickly outside the body, the antioxidant does not lend itself to a blood test. So some healthcare practitioners, like Hyman, look for missing genes. Others consult indirect biochemical markers, such as short telomeres (the caps of DNA on either end of a chromosome, like handles on a jump rope) or high levels of oxidation in the blood. A history of chronic illness is also a clue.

But don’t wait until you’re sick to think about glutathione. High stress levels, certain medications, past infections and a poor diet can all nibble away at the body’s glutathione stash. The average American consumes only 35 milligrams of glutathione per day, says Alschuler, far short of the optimal daily intake of 250 milligrams. “This, coupled with decreasing glutathione production as we age, leaves most of us deficient.”

The good news: Protecting your glutathione levels is fairly simple, says Perlmutter, and “the health implications can be profound.”

Easy Ways to Maximize Glutathione Production and Activity
Eat lots of glutathione-rich foods, such as asparagus, spinach, avocado, squash, melons, grapefruit and peaches. Whenever possible, eat these foods raw or minimally heated, since heat — and microwaving — tends to destroy antioxidants.

Eat more colorful, antioxidant-packed produce, such as strawberries, bell peppers and mangoes, all of which are particularly high in vitamin C. The more one-shot antioxidants you’ve got on board, the less your body needs to lean on its glutathione reserves.

Eat more foods high in cysteine. The sulfur-rich amino acid is a key building block for glutathione. The best sources are eggs, garlic and whey protein. If you buy whey protein, make sure it is bioactive and made from undenatured (or nondenatured) proteins, meaning the bond between the amino acids is preserved, and the cysteine is more bioavailable.

Limit exposure to toxins by buying organic produce, filtering your water, cutting down on refined foods, and avoiding chemical-packed personal-care and cleaning products. Minimizing your toxic burden will help preserve your body’s ability to produce glutathione, and also reduce excess demands on your body’s glutathione supplies.

Catherine Guthrie is a health writer in Bloomington, Ind., and a contributing editor to Experience Life.

Brain Buffer
The brain makes up only 2 percent of the body’s weight but eats up roughly 20 percent of its oxygen. Because the body spews free radicals when it uses oxygen, the brain is awash in rogue molecules. Glutathione helps protect the brain against their ravaging effects.

Uncontrolled free-radical damage is the tie that binds a handful of diseases that target the brain, including schizophrenia and Alzheimer’s. Evidence suggests that a shortage of glutathione is a factor in all of the above, but some of the most telling evidence is in people with Parkinson’s disease.

Parkinson’s disease corrupts the files in the brain that make dopamine, a chemical instrumental in coordinating the body’s movements. When researchers looked at the brains of people with Parkinson’s disease, they discovered that the area that makes dopamine, the substantia nigra, contained up to 40 percent less glutathione than the rest of the organ. “So, here’s an area that’s being damaged by free radicals, that’s low in glutathione, and therefore [is] at more risk for free-radical damage,” says neurologist David Perlmutter, MD, FACN, ABIHM.

While much about Parkinson’s disease remains a mystery, a role for glutathione seems certain. For his part, Perlmutter sees glutathione as a vital treatment option. “We are all about getting as much glutathione to the brain as possible,” he says. “It really is one of the most protective agents around.”

Free-Radical Fighter
Some free-radical damage is the natural byproduct of our body’s cellular processes; however, our bodies are made ever more vulnerable to an increasing amount of free-radical damage due to environmental factors, including the sun, pollution, poor nutrition and chronic stress.

Enter glutathione, “the mother of all antioxidants,” which helps to recharge other antioxidants, thus protecting our cells from free-radical-induced oxidation.

Toxin-Clearing Escort
Glutathione is concentrated in the liver, the body’s primary detox organ. Glutathione grabs hold of toxins in the liver and escorts them out along with the body’s waste products.

Too little glutathione? Toxins accumulate in the body and can contribute to many inflammation-based diseases.
The Next-Best Things: Glutathione Precursors
One reason that glutathione wallows in relative obscurity is that, unlike vitamin C or E, it isn’t easily shoehorned into a supplement you can swallow. “With glutathione it’s not that easy,” says David Perlmutter, MD, FACN, ABIHM, author of Power Up Your Brain: The Neuroscience of Enlightenment (Hay House, 2011).

That’s because to succeed as an oral supplement, a nutrient must be able to wiggle through the intestinal wall and into the bloodstream, he explains. Otherwise it’s doomed to be destroyed in the gut. Here is where glutathione’s size works against it. A large molecule, called a tripeptide, glutathione cannot sneak through the intestinal wall intact. Instead, its three amino acids are broken apart during digestion and reassembled in the blood. (To get around this problem, many practitioners give therapeutic doses of glutathione intravenously.)

Experts disagree on exactly how much oral glutathione reaches its final destination, but all agree the best bet is to deliver plenty of building blocks (a.k.a. precursors) the body needs to make glutathione on its own.

In addition to eating glutathione-rich foods (see above) here are four more ways to get the raw materials you need:

N-acetyl-cysteine (NAC): NAC supplements are made synthetically from the amino acid l-cysteine. The small molecule slips seamlessly into the blood where it combines with glutamic acid and glycine to restock the liver’s supply of glutathione. A potent liver detoxifier, NAC is approved by the Food and Drug Administration as a tool to limit liver damage caused by acetaminophen overdose.

Alpha-lipoic acid (ALA): A key antioxidant, alpha-lipoic acid (not to be confused with alpha-linolenic acid) is both water- and fat-soluble, meaning it can vanquish free radicals throughout the body, including in the brain. That’s no small matter, since oxidative damage is tied to many brain diseases, including Parkinson’s and Alzheimer’s. The best dietary sources of ALA are organ meats (such as liver) and brewer’s yeast.

Selenium: A mineral found in Brazil nuts, meat and seafood, selenium boosts the body’s ability to recycle glutathione. “Eating just one to two Brazil nuts daily supplies enough selenium for most people,” says Lise Alschuler, ND, FABNO, coauthor of The Definitive Guide to Cancer: An Integrative Approach to Prevention, Treatment, and Healing, Third Edition (Celestial Arts, 2010).

Vitamin C: One of the most well-known antioxidants, vitamin C is glutathione’s crime-fighting cohort. In studies, people with high levels of vitamin C typically have high glutathione levels, as well. The two antioxidants work in tandem to rid the body of water-soluble toxins.

(sumber : http://experiencelife.com/article/gl...eat-protector/)