alexa-tracking

Main Content

De Laphia France
Rp 4.000.000
Lokasi : Daerah Istimewa Yogyakarta
Kondisi : Baru
Posted on : 26-02-2016 03:00
Terjual : 0 barang telah terjual
Dilihat : 177 kali
Berat : 500 gram
Last Sundul : 26 February 2016, 03:00:00 AM

Penjelasan Produk

WA : 0891578771771

BBM : 74034B9B

De Laphia
isi - 10 ampul
penggunaan - 2x/minggu @1 ampul
stem cell factors
Apa kegunaan steem cell factors?

Pemanfaatan stem cell dalam riset

Terapi Gen

Hematopoietic stem cell digunakan sebagai alat pembawa transgen ke dalam tubuh pasien dan selanjutnya dapat diteliti apakah stem cell ini berhasil mengekspresikan gen tertentu didalam tubuh pasien. Karena stem cell mempunyai sifat dapat memperbaharui dirinya sendiri (self-renewing), maka pemberian terapi gen tidak perlu dilakukan berulang-ulang, selain itu hematopoietic stem cell juga dapat berdifferensiasi menjadi bermacam-macam sel, sehingga transgen itu dapat menetap pada berbagai macam sel.

Mengetahui proses biologis, yaitu perkembangan organisme dan perkembangan kanker. Melalui stem cell dapat dipelajari nasib sel, baik sel normal ataupun sel kanker.

Terapi sel (cell based therapy)

Stem cell dapat hidup diluar tubuh manusia, misalnya di cawan petri. Sifat ini dapat digunakan untuk melakukan manipulasi pada stem cells yang akan ditransplantasikan ke dalam organ tubuh untuk menangani penyakit-penyakit tertentu tanpa mengganggu organ tubuh.

Beberapa hal mengapa sel punca merupakan sel yang bagus dalam terapi sel :

Sel punca atau stem cell dapat diperoleh dari pasien itu sendiri. Transplantasi dapat bersifat autolog sehingga menghindari potensi rejeksi. Berbeda dengan transplantasi organ yang membutuhkan organ yang sesuai, transplantasi stem cell dapat dilakukan tanpa organ donor yang sesuai.

Mudah dimanipulasi untuk mengganti gen yang sudah tidak berfungsi melalui transfer gen.

Mempunyai kapasitas poliferasi yang besar sehingga dapat diperoleh sel dalam jumlah yang besar dari sumber yang terbatas.

Dapat bermigrasi ke jaringan target dan dapat berintegrasi ke dalam jaringan serta berinteraksi dengan jaringan di sekitarnya.

Penemuan dan pengembangan obat baru, untuk mengetahui efek obat terhadap berbagai jaringan.

Penggunaan stem cell dalam pengobatan penyakit

Ilmuwan bioteknologi kini tengah mengembangkan pemanfaatan sel punca (stem cell) sebagai salah satu cara untuk mengobati berbagai penyakit yang dianggap tidak mudah untuk disembuhkan, seperti stroke, penyakit jantung, diabetes, dan lain sebagainya. Dr. Arief Budi Witarto, peneliti bioteknologi dari LIPI mengatakan, pemanfaatan stem cell dalam pengobatan klinis sangat memungkinkan, karena teknologi ini memiliki kemampuan untuk merubah dan menggantikan sel-sel spesifik yang rusak menjadi berbagai jenis sel yang dibutuhkan sehingga dapat berfungsi menggantikan sel yang rusak.

Penggunaan sel punca pada penyakit stroke

Pada pengobatan penyakit stroke dicoba untuk menggunakan sel punca mesenkim (mesenchymal stem cell) dari sumsum tulang autolog. Mesenchymal stem cells diperoleh dari aspirasi sumsum tulang. Setelah disuntikkan perifer MSC akan melintas sawar darah otak pada deaerah otak yang rusak. Pemberian MSC intravenous akan mengurangi terjadinya apoptosis dan menyebabkan proliferasi sel endogen setelah terjadinya stroke. Penelitian dengan menggunakan mesenchymal stem cell (MSC) dari sumsum tulang autolog yang diberikan intravena pada 30 penderita stroke juga memperbaiki outcome yang dinilai dari parameter Barthel Index dan Modified Rankin Scale.

Penggunaan sel punca dalam pengobatan diabetes

Pada penyakit diabetes, terjadi kekurangan insulin atau kurangnya kepekaan terhadap insulin. Dalam hal ini transplantasi sel pulau Langerhans diharapkan dapat memenuhi kebutuhan insulin. Pada awalnya, kurang lebih 10 tahun yang lalu, hanya 8 % transplantasi sel pulau langerhans yang berhasil. Hal ini terjadi karena reaksi penolakannya besar sehingga diperlukan sejumlah steroid. Padahal semakin besar steroid yang dibutuhkan, semakin besar pulal kebutuhan metabolik pada sel penghasil insulin. Namun, penelitian yang dilakukan James Shapiro dkk. di Kanada, berhasil membuat protokol transplantasi sel pulau langerhans dalam jumlah besar dengan metode imunosupresi yang berbeda dengan sebelumnya. Pada penelitian tersebut, 100% pasien yang diterapi transplantasi sel pulau langerhans pankreas tidak memerlukan injeksi insulin lagi dan gula darahnya tetap normal setahun setelah transplantasi. Banyak penelitian yang sudah dilakukan untuk penyakit diabetes ini mengambil sumber stem cell dari fetus, kadaver, dan dari embrionik stem cell. Masih dibutuhkan penelitian kembali untuk menemukan cara membuat kondisi yang optimal dalam produksi insulin, sehingga dapat menggantikan injeksi insulin secara permanen.

Penggunaan sel punca untuk penyakit jantung

Jantung memiliki otot-otot dan agar hidup, organ tersebut memerlukan darah. Hal ini karena di dalam darah terdapat makanan dan darah tersebut disalurkan melalui pipa-pipa koroner. Dr. Yudi her Oktaviono, Sp.JP(K) menjelaskan bahwa penyakit jantung koroner itu disebabkan adanya sumbatan di pipa-pipa koroner tersebut. Menurutnya kalau pada pipa-pipa koroner tersebut ada yang tersumbat, otot jantung akan kering.

Pada resipien dimasukkan stem cell ke otot-otot yang kering supaya dapat tumbuh kembali. Kemudian, dr. Yudi juga mengatakan bahwa ada juga penelitian yang memasukkan stem cell ke pembuluh darah koroner. Hal tersebut bertujuan jika ada darah yang tersumbat, maka dengan stem cell dibentuk pembuluh darah yang baru.

Penggunaan sel punca untuk skin replacement

Dengan bertambahnya pengetahuan mengenai stem cell, maka peneliti telah dapat membuat epidermis dari keratinosit yang diperoleh dari folikel rambut yang dicabut. Hal ini memungkinkan transplantasi epidermis autolog, sehinnga menghindari masalah penolakan. Pemakaian skin replacement ini bermanfaat pada terapi ulkus vena maupun luka bakar.

Penggunaan sel punca dalam penyakit parkinson

Pada penyakit parkinson, didapatkan kematian neuron-neuron nigra-striatal yang merupakan neuron dopaminergik. Dopamin merupakan neurotransmitter yang berperan dalam gerakan tubuh yang halus. Dengan berkurangnya dopamin, maka pada penyakit parkinson terjadi gejala-gejala gangguan gerakan halus. Dalam hal ini transplantasi neuron dopamin diharapkan dapat memperbaiki gejala penyakit parkinson. Pada tahun 2001 dilakukan penelitian dengan menggunakan jaringan mesensefalik embrio manusia yang mengandung neuron-neuron dopamin. Jaringan tersebut ditransplantasikan ke dalam otak penderita parkinson berat dan dipantau dengan alat PET (Positron Emission Tomography). Hasilnya, setelah transplantasi terdapat perbaikan dalam uji-uji standar untuk menilai penyakit parkinson, peningkatan fungsi neuron dopamin yang tampak pada pemeriksaan PET. Perbaikan bermakna ini tampak pada penderita yang lebih muda. Namun setelah 1 tahun, 15% dari pasien yang melakukan transplantasi ini kambuh setelah dosis levodopa dikurangi atau dihentikan.

Penggunaan sel punca dalam pengobatan HIV

Pengobatan HIV/AIDS ditemukan tidak sengaja dalam pengobatan penyakit leukimia dengan sistem stem sel. Dimana HIV/AIDS menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh menjadi rentan terhadap gangguan virus atau penyakit. Dengan sel punca maka sel-sel yang mengalami degradasi akan tergantikan sehingga kekebalan tubuh pengidap akan berangsur pulih. Namun setelah itu terjadi mutasi gen yang mengakibatkan sel darah menjadi resisten terhadap virus HIV.

Mutasi tersebut terjadi pada reseptor yang dikenal sebagai CCR5, yang secara normal ditemukan pada permukaan T cell sel pada sistem kekebalan tubuh yang diserang virus HIV. Gen yang telah bermutasi tersebut dikenal sebagai CCR5 delta 32, dan ditemukan pada 1% - 3% populasi orang kulit putih di Eropa.

Virus HIV menggunakan CCR5 sebagai co-reseptor untuk merusak sistem kekebalan tubuh. Sejak CCR5 bermutasi menjadi CCR5 delta 32, virus HIV tidak lagi mampu menyerang sel sehingga terjadi kekebalan tubuh alami pada orang yang mengalami mutasi gen.