alexa-tracking

Keris Legenda Suratman Ketip 41 Warangka Timoho

Main Content

Keris Legenda Suratman Ketip 41 Warangka Timoho
Rp 1.750.000
Lokasi : Jawa Barat (Bisa COD)
Kondisi : Bekas
Posted on : 17-05-2018 20:57
Terjual : 0 barang telah terjual
Dilihat : 4 kali
Last Sundul : 17 May 2018, 08:57:50 PM

Penjelasan Produk

Keris Suratman Ketip Asli Sepuh dan Utuh

Dhapur: Brojol
Tangguh : est. Mataram
Pamor: Ketip (uang koin kuno)
*bilah keris tidak diwarangi, warna kehitaman pada keris adalah tumpukan endapan asap dupa dan minyak misik
*jumlah motif pamor koin: 41 koin
*warangka randan Kayu Timoho

KERIS SURATMAN
Keris Suratman mempunyai banyak cerita di pesisir utara Jawa Tengah. Keris Suratman rata-rata disimpan pemiliknya sebagai keris tayuhan (lebih mementingkan isi) yang di-sinengker-kan. Jarang ditampilkan, jarang diperagakan, jarang ditonjol-tonjolkan, tetapi tersimpan rapat dengan angker di tempat pusaka dan kehadirannya diyakini melebihi pusaka yang ada di tempat itu. Baginya makin samar, makin menggetarkan.

Suratman bukanlah nama dhapur keris, karena memang jika kita membuka buku/literatur tentang perkerisan tidak diketemukan. Tetapi dengan menyebut namanya, orang yang telah paham akan langsung tahu, bentuk keris dan pamor yang seperti apa yang dimaksud. Dhapurnya bisa berupa dhapur brojol, tilam upih dan tilam sari, dengan pola hiasan motif seperti mata uang kuno berderet di bilahnya.

Keris Suratman memiliki gambaran timbul (relief) bulatan bulatan uang kuno di sepanjang bilah, yang jumlahnya selalu ganjil. Motif koin tersebut ada yang terpisah (dinamakan : suratman kethip) ada pula yang bertumpuk berjajar (dinamakan : suratman lethrek).

Keris Suratman bermakna SURATaning MANungso, terkandung wujud harapan kehidupan manusia yang sudah tersurat dengan pemilikan harta benda. Kedalaman makna keris suratman tergambar dalam Sendratari LEGENDA KERIS KETHIP EMPU SURATMAN yang menunjukkan bahwa keris adalah senjata masyarakat Jawa yang memiliki filosofi tinggi yang dibuat dengan pertarungan batin yang sangat dalam untuk menciptakan sebuah keris yang menunjukkan jati diri pemilik keris. Sendratari ini terdiri dari 4 (empat) bagian cerita:

BAGIAN I
Menceritakan tentang aktifitas masyarakat Desa Gambaran sehari-hari. Lalu datanglah Empu Suratman dan anak buahnya ikut beraktifitas di Desa Gambaran. Tetapi masyarakat Desa Gambaran yang dipimpin Dewi Tumanggal tidak senang dengan kedatangan Empu Suratman, sehingga terjadilah perang antara Dewi Wulan Tumanggal dan Empu Suratman. Pada akhirnya Dewi Wulan Tumanggal kalah dan menyerah kepada Empu Suratman. Empu Suratman berbelas asih dan mengampuni Dewi Wulan Tumanggal dan ingin menikahinya. Maka, terjalinlah pernikahan diantara mereka.

BAGIAN II
Adegan ini menceritakan tentang kehidupan masyarakat Desa Gambaran yang tenang, tenteram, damai, dan sejahtera, diisi dengan tarian kerakyatan atau tari pergaulan. Di tengah canda tawa masyarakat Desa Gambaran, munculah Empu Suratman untuk membuat keris dengan melakukan semedi terlebih dahulu. Setelah mendapat ijin dari Dewi Wulan Tumanggal, akhirnya Empu Suratman melakukan semedi bersama cantrik cantriknya.

BAGIAN III
Menceritakan Empu Suratman dan kelima cantriknya melakukan aktifitas pembuatan keris. Empu Suratman bersemedi, sedangkan para cantriknya memproses keris. Ditengah tengah adegan, datanglah sekelompok setan yang merayu para cantrik dalam membuat keris. Akhirnya gagallah pembuatan keris mereka, tetapi tidak dengan semedi Empu Suratman. Maka terjadilah perang antara kedua kelompok tersebut. Para Setan dapat dikalahkan oleh Empu Suratman, dan mereka melarikan diri untuk meminta perlindungan raja mereka.

BAGIAN IV
Terjadilah perang antara Empu Suratman dan Raja Setan. Dalam pertempuran tersebut Empu Suratman dapat membunuh raja setan dengan keris yang belum selesai dibuatnya. Tetapi, dengan terbunuhnya raja setan oleh keris tersebut, maka keris tersebut menjadi sempurna, dan jadilah Keris Kethip Empu Suratman.

Keris ini memiliki gambaran timbul (relief) bulatan bulatan uang kuno di sepanjang bilah, yang jumlahnya selalu ganjil. Motif koin tersebut ada yang terpisah (dinamakan : suratman kethip) ada pula yang bertumpuk berjajar (dinamakan : suratman lethrek).

Keris pusaka ini berdasarkan kebudayaan lokal biasanya memang tidak diwarangi untuk menampilkan ornamen keris dengan apa adanya dan untuk menjaga tuahnya.

Pusaka asli Kota Pekalongan ini sangat diyakini oleh masyarakat setempat sebagai pusaka kerejekian, kemakmuran dan cocok untuk pedagang atau pengusaha.

PAMOR DERETAN 41 UANG KUNO (Letrek)
Pamor ketip lethrek pada keris ini, merupakan simbolisasi rejeki yang mengalir. Jumlah motif koin ketip pada keris ini sebanyak 41 koin, merupakan jenis keris suratman letrek yang terbaik .Angka 41 sendiri merupakan salah satu simbolisasi dari angka kekayaan / Sheng Qi.

Keris ini sangat cocok dimiliki oleh para pengusaha, pemimpin dari para pemimpin, seperti Pengusaha, CEO, Komisaris, Direktur Perusahaan hingga Head Manager.