alexa-tracking

Kujang Kuntul Pajajaran Mata 4

Main Content

Kujang Kuntul Pajajaran Mata 4
Rp 1.650.000
Lokasi : Jawa Barat (Bisa COD)
Kondisi : Bekas
Posted on : 10-07-2018 21:34
Terjual : 0 barang telah terjual
Dilihat : 55 kali
Last Sundul : 15 July 2018, 12:12:52 PM

Penjelasan Produk

Dhapur: Kujang Kuntul / Bangau Mata 4
Jenis Fungsi: Kujang Pakarang
Jenis Ukuran: Kujang Gagab
Pamor: Mrambut
Tangguh: est. Pajajaran

*Panjang bilah 29.5 cm (sampai mentuk/paksi)
*Panjang total 41 cm (termasuk gagang)
*Bilah ringan dan berserat
*Warangan baru
*Gagang bawaan lama, est. bahan perunggu
*Tanpa warangka

Berbicara tentang kujang, identik dengan berbicara Sunda Pajajaran masa silam. Sebab, alat ini berupa salah sastu aspek identitas eksistensi budaya Sunda kala itu. Namun, dari telusuran kisah keberadaannya tadi, sampai sekarang belum ditemukan sumber sejarah yang mampu memberitakan secara jelas dan rinci. Malah bisa dikatakan tidak danya sumber berita sejarah yang akurat.

Satu-satunya sumber berita yang dapat dijadikan pegangan(sementara) yaitu lakon-lakon pantun. Sebab dalam lakon-lakon pantun itulah kujang banyak disebut-sebut. Di antara kisah-kisah pantun yang terhitung masih lengkap memberitakan kujang, yaitu pantun (khas) Bogor sumber Gunung Kendengsebaran Aki Uyut Baju Rambeng. Pantun Bogor ini sampai akhir abad ke-19 hanya dikenal oleh warga masyarakat Bogor marginal (pinggiran), yaitu masyarakat pedesaan.

Sejak sirnanya Kerajaan Pajajaran sampai sekarang, Kujang masih banyak dimiliki oleh masyarakat Sunda, yang fungsinya hanya sebagai benda obsolete tergolong benda sejarah sebagai wahana nostalgia dan kesetiaan kepada keberadaan leluhur Sunda pada masa jayanya Pajajaran, di samping yang tersimpan di museum-museum.

Pada zaman kejayaan kerajaan Pajajaran, kujang terdiri dari beberapa bentuk, diantaranya:
1. Kujang Ciung; yaitu kujang yang bentuknya dianggap menyerupai burung Ciung.
2. Kujang Jago; kujang yang bentuknya menyerupai ayam jago.
3. Kujang Kuntul;kujang yang menyerupai burung Kuntul / Bangau
4. Kujang Bangkong;kujang yang menyerupai bangkong (kodok).
5. Kujang Naga; kujang yang bentuknya menyerupai naga.
6. Kujang Badak; kujang berbadan lebar dianggap seperti badak.
7. Kudi; perkakas sejenis kujang.

Berdasarkan jenisnya, kujang memiliki fungsi sebagai:
1. Kujang Pusaka; yaitu kujang sebagai lambang keagungan seorang raja atau pejabat kerajaan lainnya dengan kadar kesakralannya sangat tingi.

2. Kujang Pakarang; yaitu kujang untuk digunakan sebagai alat berperang dikala diserang musuh.

3. Kujang Pangarak; yaitu kujang bertangkai panjang seperti tombak sebagai alat upacara.

4. Kujang Pamangkas; kujang sebagai alat pertanian (perladangan).

Kepemilikan dan pemakaian kujang ditentukan oleh kesejajaran tugas dan fungsinya masing-masing, seperti:
-Kujang Ciung mata-9: hanya dipakai khusus oleh Raja;
-Kujang Ciung mata-7: dipakai oleh Mantri Dangka dan Prabu Anom;
-Kujang Ciung mata-5: dipakai oleh Girang Seurat, Bupati Pamingkis,dan para Bupati Pakuan;
-Kujang Jago: dipakai oleh Balapati, para Lulugu, dan Sambilan;
-Kujang Kuntul: dipakai oleh para Patih (Patih Puri, Patih Taman, Patih Tangtu Patih Jaba, dan Patih Palaju), juga digunakan oleh para Mantri (Mantri Majeuti, Mantri Pasban, Mantri Layar, Mantri Karang, dan Mantri Jero);
-Kujang Bangkong: dipakai oleh Guru Sekar, Guru Tangtu, Guru Alas, Guru Cucuk;
-Kujang Naga: dipakai oleh para Kanduru, para Jaro, Jaro Awara, Tangtu, Jaro Gambangan;
-Kujang Badak: dipakai oleh para Pangwereg, para Pamatang, para Palongok, para Palayang, para Pangwelah, para Bareusan, parajurit, Paratulup, Sarawarsa, para Kokolot.

Berdasakan bentuk dan ukurannya, Kujang dibedakan menjadi:
-Kujang Gagab bentuknya lebar dan harus di soren atau diikatkan di pingang.
-Kujang Bangking, bentuknya kecil ramping.
-Kujang Pangarek, karena besarnya cara bawanya pun harus di pikul.
-Kujang Pamangkas, bentuknya panjang hingga cara bawanya pun mesti di tenteng