alexa-tracking

25 Turis Asing di Aceh Dikumpulkan di Satu Pulau

Main Content

25 Turis Asing di Aceh Dikumpulkan di Satu Pulau
Rp 100.000
Lokasi : Jawa Barat (Bisa COD)
Kondisi : Baru
Kota : Bandung
Posted on : 19-03-2020 15:35
Terjual : 0 barang telah terjual
Dilihat : 33 kali
Berat : 11 gram
Last Sundul : 19 March 2020, 03:35:41 PM

Penjelasan Produk

25 Turis Asing di Aceh Dikumpulkan di Satu Pulau – Sahabat Fastrans Travel Bandung, Sekitar 25 turis mancanegara yang tengah melancong di Pulau Banyak, Aceh Singkil, Aceh ditempatkan di sebuah pulau. Mereka akan menjalani tes kesehatan untuk memastikan negatif virus Corona.

25 Turis Asing di Aceh Dikumpulkan di Satu Pulau

“Mereka bukan dikarantina ya, tapi mereka kita tempatkan di situ. Nanti akan turun tim kesehatan untuk memeriksa kesehatan mereka,” kata Wakil Bupati Aceh Singkil Sazali kepada wartawan, Selasa (17/3/2020).

Menurut Sazali, turis asing yang liburan ke daerahnya memang sudah melalui serangkaian deteksi di bandara. Dia mencontohkan, ketika wisatawan tersebut mendarat di Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng, sudah menjalani pemeriksaan.

Lalu setelah itu para turis ini melanjutkan penerbangan ke Bandara Kualanamu di Sumatera Utara. Sazali yakin para pelancong tersebut juga sudah melalui deteksi di sana.

“Jadi menurut perhitungan kita dia sudah melalui deteksi-deteksi,” kata Sazali.

Sazali mengungkapkan Aceh Singkil saat ini belum mempunyai alat-alat untuk mendeteksi virus Corona (Covid-19). Dia juga menyebut alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis juga belum tersedia.

Baca Juga : Hal Penting Untuk Traveler Yang Hobi Berenang Di Tengah Wabah Virus Corona

“Sekarang kita usahakan baik melalui Medan atau Jakarta. Mungkin satu dua hari ini sudah ada,” kata Sazali.

Meski demikian, Pemkab Aceh Singkil masih membolehkan para turis melancong di sana. Untuk menutup kawasan wisata, Pemkab akan meminta petunjuk dulu ke pemerintah pusat.

“Satu sisi kita baru buka ruang untuk daerah kita, kalau kita langsung tutup tanpa musabab yang jelas kita enggak berani kan. Untuk sementara kita minta petunjuk ke atas,” sebutnya.

“Kita imbau kepada masyarakat tidak perlu cemas. Karena cemas dapat menimbulkan kepanikan,” ujar Sazali.