alexa-tracking

Cara Obati Kanker Tulang dengan Bioglass MCI di Lasiana,WA.087892464397

Main Content

Cara Obati Kanker Tulang dengan Bioglass MCI di Lasiana,WA.087892464397
Rp 2.200.000
Lokasi : Nusa Tenggara Timur
Kondisi : Baru
Posted on : 10-11-2020 12:35
Terjual : 0 barang telah terjual
Dilihat : 126 kali
Berat : 1000 gram
Last Sundul : 10 November 2020, 12:35:53 PM

Penjelasan Produk

Cara atasi kanker tulang,Cara obati kanker tulang tanpa operasi,cara terapi kanker tulang secara alami,cara obati kanker tulang,cara cegah kanker tulang

Kanker tulang adalah jenis kanker yang menyerang tulang. Kondisi ini dapat dialami oleh anak-anak hingga orang dewasa. Kanker tulang dapat menyerang tulang mana pun di dalam tubuh, namun umumnya terjadi di tungkai, lengan, dan panggul. Kanker tulang tergolong kondisi yang jarang terjadi, hanya sebesar 1% dari seluruh penderita kanker. Tumor yang terbentuk pada tulang pun lebih banyak yang jinak dibandingkan yang ganas. Gejala Kanker Tulang Berikut ini adalah tiga tanda dan gejala utama penyakit kanker tulang, yakni: -Nyeri. Penderita kanker tulang akan merasakan nyeri pada area tulang yang terkena. Awalnya, nyeri hanya terasa sesekali, namun akan menjadi makin sering seiring pertumbuhan kanker. Nyeri akan makin terasa saat bergerak, dan biasanya memburuk di malam hari. -Pembengkakan. Pembengkakan dan peradangan muncul di area sekitar tulang yang terkena kanker. Apabila pembengkakan terjadi di tulang dekat persendian, penderita akan sulit menggerakkan sendi. -Tulang rapuh. Kanker tulang menyebabkan tulang menjadi rapuh. Bila semakin parah, cedera ringan saja dapat menyebabkan patah tulang. Beberapa gejala lain yang dapat menyertai tiga tanda utama di atas adalah: -Berat badan turun tanpa sebab. -Berkeringat di malam hari. -Tubuh mudah lelah. -Demam. -Sensasi kebas atau mati rasa, bila kanker terjadi di tulang belakang dan menekan saraf. -Sesak napas, bila kanker tulang menyebar ke paru-paru. Perlu diketahui, nyeri tulang pada orang dewasa terkadang disalahartikan sebagai radang sendi. Sedangkan pada anak-anak dan remaja, terkadang dianggap sebagai efek samping pertumbuhan tulang. Segera periksakan ke dokter bila Anda atau anak Anda merasakan nyeri tulang yang hilang dan timbul, memburuk di malam hari, dan tidak membaik meski telah mengonsumsi obat pereda nyeri. Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Tulang Penyebab pasti kanker tulang belum diketahui. Akan tetapi, kondisi ini diduga dipicu oleh perubahan atau mutasi pada gen pengendali pertumbuhan sel. Mutasi tersebut menjadikan sel tumbuh secara tidak terkendali, dan membentuk tumor di tulang. Kanker yang terbentuk di tulang dapat menyebar ke bagian tubuh lain melalui aliran darah atau aliran getah bening. Terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker tulang, yaitu: Menderita kelainan genetik yang disebut sindrom Li-Fraumeni. Pernah menjalani pengobatan dengan radioterapi. Pernah menderita kanker mata yang disebut retinoblastoma, sewaktu kecil. Pernah menderita hernia umbilikalis, sewaktu Menderita penyakit Paget, yaitu suatu kondisi di mana tulang menjadi lemah. Jenis Kanker Tulang Berikut ini adalah jenis-jenis kanker tulang: -Osteosarcoma. Osterosarcoma merupakan jenis kanker tulang paling umum, yang berkembang di sel tulang lengan, tungkai, dan panggul. Osteosarcoma lebih sering terjadi pada usia 10-30 tahun, dan lebih banyak dialami oleh pria dibandingkan wanita. -Chondrosarcoma. Jenis kanker tulang ini berkembang di sel tulang rawan pada area lengan atas, bahu, rusuk, panggul, dan paha. Chondrosarcoma lebih sering terjadi pada wanita berusia di atas 40 tahun. -Sarkoma Ewing. Jenis kanker tulang ini umumnya berkembang di tulang panggul, tulang paha, dan tulang kering. Sarkoma Ewing lebih sering terjadi pada usia 10-20 tahun. Hanya 10 persen dari kasus sarkoma Ewing yang dialami oleh orang dewasa berusia 20 tahun ke atas. -Chordoma. Jenis kanker tulang ini umumnya muncul di dasar tulang tengkorak atau di tulang belakang, serta cenderung tumbuh perlahan. Chordoma paling sering menyerang pria berusia 30 tahun ke atas. -Tumor sel raksasa pada tulang. Meskipun sebagian besar tumor jenis ini bersifat jinak, beberapa di antaranya dapat bersifat ganas. Jenis kanker tulang ini umumnya menyerang tulang lengan dan tulang tungkai dekat lutut. Tumor ini jarang menyebar ke bagian tubuh lain yang jauh, namun sering muncul kembali meskipun telah diangkat. Diagnosis Kanker Tulang Dokter dapat menduga pasien menderita kanker tulang, bila terdapat sejumlah gejala yang telah dijelaskan sebelumnya. Namun untuk memastikannya, dokter dapat melakukan pemeriksaan lanjutan, seperti: -Foto Rontgen. Pemeriksaan foto Rontgen dilakukan untuk mengetahui kerusakan tulang yang terjadi akibat kanker, serta ada tidaknya pertumbuhan tulang yang baru. Pemeriksaan foto Rontgen juga dapat memperlihatkan kepada dokter apakah gejala yang dialami pasien disebabkan oleh kanker tulang atau kondisi lain, seperti patah tulang. -Computerised tomography (CT) scan. CT scan adalah pemeriksaan sinar X dengan bantuan komputer untuk menghasilkan gambar bagian tubuh dalam bentuk tiga dimensi. CT scan biasanya dilakukan untuk melihat apakah kanker telah menyebar ke organ lain. -Magnetic resonance imaging (MRI). MRI digunakan untuk melihat dengan lebih jelas ukuran kanker, dan tingkat penyebarannya di dalam atau di area sekitar tulang. -Pemeriksaan nuklir. Jika diperlukan, dokter akan menggabungkan pemeriksaan sinar X dengan penyuntikkan bahan radioaktif ke dalam pembuluh darah. Bahan radioaktif akan diserap lebih cepat oleh tulang yang terkena kanker, dan membantu dokter melihat area yang terkena secara lebih jelas. -Biopsi. Biopsi adalah pengambilan sampel jaringan tulang yang terkena kanker untuk diperiksa dengan mikroskop. Ini merupakan metode paling akurat dalam mendiagnosis kanker tulang. Selain dapat menentukan jenis kanker tulang yang diderita pasien, biopsi juga dapat mendeteksi stadium dan penyebaran kanker. Biopsi dapat dilakukan dengan operasi lubang kunci atau dengan bedah terbuka. Pemeriksaan di atas juga digunakan untuk menentukan stadium atau tingkat keparahan kanker. Ada empat stadium dalam kasus kanker tulang, yaitu: Stadium 1. Pada tahap ini, kanker masih di satu area tulang. Stadium 2. Pada tahap ini, sel kanker sudah mulai membesar. Stadium 3. Pada tahap ini, kanker sudah menyebar ke lebih dari satu area pada tulang yang sama. Stadium 4. Pada tahap ini, kanker telah menyebar ke organ lain di dalam tubuh, seperti paru-paru, hati, atau otak.

CARA TERAPI
1. Rutin minum air bioglass setiap hari 2-3 liter sehari dengan jumlah aliran 20-40 kali
aliran.
2. Melakukan terapi tempel selama 15-30 menit. Terapi bisa dilakukan pada bagian tulang
yang divonis mengalami kanker
3. Menggunakan pendant setiap saat, untuk memperlancar aliran darah.
4. Air bioglass wajib diminum baik dalam keadaan sakit maupun sehat.
Catatan:
Untuk jumlah air, aliran, dan lama terapi dilakukan bertahap agar tubuh ada waktu untuk
beradaptasi. Misalnya 1 liter dulu, 10 aliran, dan 10 menit dulu.

Untuk pemesanan dan FREE Konsultasi Silakan Hub di WA.087892464397
atau kunjungi website di : https://mci-indonesia.net
×