profile picture
Loading...
fahmihaddad 
Loading...
artikel terkait mengenai orang yang diperbolehkan berpraktik dan diakui sebagai ARSITEK

link

Jumlah penawaran jasa perancangan bangunan di Indonesia terus bertambah seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan bangunan. Namun sayangnya tidak semua pihak yang menawarkan jasa perancangan bangunan memiliki kompetensi yang memadai sebagai seorang arsitek, bahkan sama sekali tidak pernah menempuh pendidikan arsitektur sebelumnya.

Perjalanan untuk menjadi seorang arsitek pada umumnya diawali dengan menempuh pendidikan Sarjana (S1) di perguruan tinggi yang menyelenggarakan program studi arsitektur. Lalu pengakuan profesional untuk dapat melakukan praktik arsitek di Indonesia adalah dengan menempuh uji kompetensi untuk memperoleh Surat Tanda Registrasi Arsitek yang dikeluarkan oleh dewan arsitek Indonesia. Seorang arsitek profesional diharapkan memiliki berbagai pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh baik melalui program pendidikan, maupun program keprofesian untuk memenuhi kompetensi sebagai seorang arsitek. [1]

Namun pada kenyataannya, istilah “arsitek” sering kali disalahartikan. Masih banyak masyarakat awam yang menganggap arsitek sama dengan “tukang gambar”. Hal ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang bahkan tidak pernah mengambil program pendidikan arsitektur untuk mengambil kesempatan dalam penawaran jasa desain. Dengan iming-iming harga yang bersaing, banyak pula masyarakat awam yang cenderung memilih para penyedia jasa perancangan yang seperti ini.

Mudahnya praktik arsitektur di Indonesia tentunya merugikan banyak pihak, termasuk pengguna jasa desain amatir, karena penyedia jasa yang tidak memiliki kompetensi yang baik dapat menyebabkan turunnya nilai dari arsitektur itu sendiri. Nilai arsitektur yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah pemenuhan tiga unsur dasar dalam arsitektur sebagaimana yang dimaksud oleh Vitruvius dalam bukunya “Ten Books on Architecture”, yaitu firmitas, utilitas, dan venustas

sumber :
https://iai-jakarta.org/berita/lihat/pengaruh-kemudahan-berpraktik-dan-nilai-arsitektur