alexa-tracking

Cara Atasi Nyeri Pinggang dengan Bioglass MCI di Surumana,WA.087892464397

Main Content

Cara Atasi Nyeri Pinggang dengan Bioglass MCI di Surumana,WA.087892464397
Rp 2.200.000
Lokasi : Sulawesi Tengah
Kondisi : Baru
Posted on : 25-11-2020 09:56
Terjual : 0 barang telah terjual
Dilihat : 5 kali
Berat : 1000 gram
Last Sundul : 25 November 2020, 09:56:57 AM

Penjelasan Produk

Cara atasi sakit pinggang,Cara obati nyeri pinggang,cara terapi nyeri sakit pinggang secara alami,cara menangani sakit nyeri pinggang,cara cegah nyeri pinggang


Sakit pinggang atau lumbago adalah nyeri yang dirasakan di sekitar tulang lumbar, di antara cakram, jaringan, otot dan saraf tulang punggung hingga organ tubuh di sekitar panggul dan perut. Kondisi ini dialami 80 persen penderita dewasa berusia 30-50 tahun dengan intensitas nyeri ringan hingga berat. Sebagian besar penderita mengalami sakit pinggang dikarenakan alasan mekanis seperti gaya hidup yang menuntut mereka duduk untuk waktu yang lama tanpa diseimbangi dengan olahraga cukup, mengangkat barang berat, atau mengalami kecelakaan yang mencederai pinggang dan sekitarnya. Terdapat 3 tahap sakit pinggang, yaitu : -Sakit pinggang akut yang umumnya dirasakan selama beberapa hari -Sakit pinggang sub-akut selama 4-12 minggu -Sakit pinggang kronis yang bisa melebihi 12 minggu Lamanya rasa sakit ditentukan dengan intensitas cedera atau penyebabnya. Pada umumnya, gejala seperti nyeri, rasa yang menusuk, hingga mati rasa dialami penderita sakit pinggang secara mendadak atau setelah melakukan aktivitas tertentu. Kondisi ini dapat pulih dengan perawatan di rumah. Penyebab Sakit Pinggang Penyebab sakit pinggang dibagi menjadi dua, yaitu mekanis dan medis. Penyebab mekanis dipicu oleh pengikisan struktur dan daya tahan pinggang yang meliputi sendi, cakram, otot, saraf dan tulang dengan usia sebagai faktor utama. Berikut adalah beberapa kondisi yang termasuk dalam penyebab mekanis: -Keseleo. Cedera yang mengakibatkan tekanan pada tendon atau otot seperti saat terpeleset, salah posisi duduk, mengangkat beban berat, atau meregangkan otot berlebih. Dalam kondisi parah, ligamen bisa mengalami perobekan. -Pengikisan cakram tulang belakang. Penurunan kekuatan cakram tulang belakang dalam menahan beban, menunduk, dan aktivitas lainnya. Perubahan struktur tulang. Kondisi ini umumnya terjadi saat usia mulai senja dan mengakibatkan postur tubuh yang buruk. Skoliosis, kyphosis, dan lordosis adalah beberapa contoh pemicu perubahan struktur tulang. -Cedera cakram tulang belakang. Perobekan atau penyelipan cakram saat penderita jatuh atau terpelintir. Dalam situasi tertentu, cakram dapat menekan saraf tulang belakang, menimbulkan rasa sakit seperti tertusuk atau terbakar pada bagian pinggang hingga kaki (sciatica). -Radikulopati. Inflamasi atau penekanan pada saraf tulang belakang yang terjadi saat cakram yang terselip menekan saraf tulang belakang secara berlebih. Bagian tubuh yang dipersarafi oleh saraf yang tertekan akan mengalami rasa sakit, kesemutan, hingga mati rasa. -Stenosis spinal. Penekanan pada saraf sumsum tulang dikarenakan penyempitan pada saluran saraf di tulang belakang, mengakibatkan penderita merasa sakit seperti kram, lemas, atau mati rasa, khususnya saat berdiri atau berjalan. -Spondylolisthesis. Salah satu atau beberapa ruas tulang belakang bergeser dan menekan saraf tulang belakang. Kondisi medis tertentu juga dapat memicu sakit pinggang, seperti batu ginjal, osteoporosis, peradangan sendi, fibromyalgia, penyebaran kanker dari organ tubuh lainnya, tumor, aneurisma aorta, hingga endometriosis. Selain umur, faktor seperti genetik, gaya hidup sedentari, minim aktivitas fisik, berat badan berlebih, kondisi mental, pekerjaan, dan kehamilan dapat meningkatkan seseorang mengalami sakit pinggang. Dalam beberapa kasus sakit pinggang, penyebabnya mungkin tidak bisa diketahui secara langsung. Ada juga beberapa gejala yang terasa seperti sakit pinggang namun mengindikasikan penyakit lain. Jenis-jenis Sakit Pinggang Secara umum, terdapat tiga jenis sakit pinggang yang menentukan penyebab, yaitu: -Sakit pinggang nonspesifik Dalam jenis ini, penderita mengalami rasa sakit tanpa penyebab yang jelas. Sakit pinggang akut termasuk dalam jenis ini, dengan intensitas nyeri mulai dari ringan hingga berat. -Sciatica Dua puluh persen penderita mengalami sciatica atau sakit pinggang yang disebabkan oleh saraf tulang belakang yang rusak atau terjepit. Cakram yang lepas atau slip disc adalah salah satunya, dengan tahap intensitas sub-akut hingga kronis. Rasa nyeri seperti ditusuk atau mati rasa biasanya dirasakan dari pinggang hingga kaki. -Sindrom cauda equina Sindrom cauda equina adalah kondisi jarang namun sangat membahayakan. Kelainan ini dapat menyebabkan saraf tulang punggung paling bawah tertekan, mengakibatkan rasa sakit pinggang hebat, gangguan pada sistem kemih, anus mati rasa hingga melemahkan fungsi salah satu atau kedua kaki. Diagnosis Sakit Pinggang Pada tahap awal, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik sambil menanyakan mengenai aktivitas sehari-hari dan riwayat kesehatan untuk mencari pemicunya. Pemeriksaan fisik yang akan dilakukan meliputi kemampuan gerak (motorik), refleks, dan sensasi (sensorik). Pemeriksaan lanjutan yang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosa dan menentukan penyebab, antara lain: -Pemindaian, seperti foto Rontgen, CT scan, dan MRI untuk memeriksa struktur tulang, otot, dan ligamen, serta mencari tahu jika ada kondisi pemicu lainnya. Pemeriksaan myelogram, untuk memperdalam hasil pemindaian dengan cara menyuntikkan cairan berwarna khusus melalui saluran tulang belakang sebelum pemeriksaan radiologi. Untuk memeriksa kondisi cakram, dapat dilakukan pemeriksaan diskografi. -Pemeriksaan kepadatan tulang, untuk memeriksa kepadatan struktur tulang, kelainan sendi, dan metabolisme tulang. -Pemeriksaan ultrasonografi, untuk memeriksa kondisi ligamen, otot ,dan tendon secara rinci melalui gelombang suara. -Pemeriksaan darah, untuk memeriksa adanya peradangan, infeksi hingga kondisi tertentu seperti arthritis. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan darah lengkap, laju endap darah (LED) dan protein C-reaktif. -Elektrodiagnostik, mendiagnosa aktivitas otot dan saraf melalui aliran listrik elektroda, meliputi tes elektromiografi (EMG), nerve conduction study (NCS), dan evoked potential test (EP).


CARA TERAPI
1. Rutin minum air bioglass setiap hari 20-40 kali aliran sebanyak 2-3 liter.
2. Rutin terapi tempel atau bioglass pada bagian pinggang yang nyeri
3. Gunakan magic stick apabila nyeri tidak kunjung berkurang, maguc stick di roll selama 30
menit pada baguan pinggang
4. Apabila memiliki pendant, maka pendant dapat digunakan setiap saat.
5. Untuk menjaga kondisi dan stamina tubuh bisa dibantu dengan pengkonsumsian NU VIT
(apabila dinyatakan dokter akibat sakit ginjal, maka pengkonsumsian NU VIT harus
dikonsultasikan dengan dokter).
Catatan:
Untuk jumlah air, aliran, dan lama terapi dilakukan bertahap agar tubuh ada waktu untuk
beradaptasi. Misalnya 1 liter dulu, 10 aliran, dan 10 menit dulu.
Pendant bisa digunakan lepas pasang untuk awal penggunaan sebagai proses adaptasi.

Untuk pemesanan dan FREE Konsultasi Silakan Hub di WA.087892464397
atau kunjungi website di : https://mci-indonesia.net